Media Center, Kamis (16/07) Riuh tepuk tangan ratusan warga
menggema di Lapangan Poser Alam, Desa Duko, Kecamatan Rubaru, Kamis (16/07/2026).
Turnamen Bola Kasti dalam rangka HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya resmi dibuka
oleh Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada, sekaligus menjadi momentum
membangkitkan kembali olahraga tradisional yang mulai jarang digelar.
Sebanyak 54 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Antusiasme masyarakat pun tinggi dengan sekitar 200 penonton memadati lapangan
untuk menyaksikan laga pembuka antara tim Elsalvador melawan Jokotole.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Dandim
0827/Sumenep bersama Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin dan Staf Ahli Bupati
Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ir. Dedi Falahuddin.
Turut hadir Danramil 0827/13 Rubaru Kapten Inf Untung Teguh
Santoso, perwakilan Kapolsek Rubaru, Ketua KOTMI Kabupaten Sumenep Imam Syafii,
perwakilan Disbudporapar, Kepala Desa Duko dan Desa Bunbarat.
Kepada Media Center, Letkol Inf Citra Persada mengatakan,
turnamen tersebut merupakan hasil kolaborasi Kodim 0827/Sumenep dengan
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Disbudporapar sebagai bentuk kepedulian
terhadap pelestarian olahraga tradisional di tengah perkembangan olahraga
modern.
"Kami ingin bola kasti tidak sekadar dikenang, tetapi
terus dimainkan dan menjadi kebanggaan masyarakat. Karena itu, melalui HUT
ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut
menjaga dan melestarikan olahraga tradisional ini," ujar Citra Persada.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan turnamen tidak hanya
diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari terciptanya suasana yang
aman, tertib, dan penuh sportivitas.
"Saya titip kepada panitia, peserta, dan seluruh
suporter agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan selama
pertandingan. Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan
mencari permusuhan," tegasnya.
Turnamen bola kasti ini menjadi salah satu rangkaian
peringatan HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya. Selain memperebutkan gelar juara,
ajang yang diikuti 54 tim tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi
masyarakat untuk terus merawat budaya lokal sekaligus memperkuat semangat
gotong royong dan kebersamaan di Kabupaten Sumenep.
(Dim, Han)