Media Center, Kamis ( 16/07 ) Budidaya melon yang dikembangkan Suparman selaku Pelaksana Program Ketahanan Pangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalianget Timur, menjadi wisata petik buah banyak dikunjungi pembeli yang sekaligus ingin berwisata buah manis ini.
Suparman yang juga Ketua RT 06/RW 01, di Dusun Lisun Desa Kalianget Timur ini dalam pengelolaannya turut melibatkan warga sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Syukurlah destinasi ini dapat terus berkembang sebagai wisata edukasi berbasis pertanian yang memperkuat ekonomi desa, sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas," ujar Suparman, yang saat itu juga menerima tamu mahasiswa magang dari Uniba Sumenep.
Bahkan, dari hasil penelitian melon yang ditanam pada Mei lalu, hingga saat ini perkembangannya sangat baik. Dan sudah banyak pengunjung datang untuk membeli melon dipatok dengan harga Rp25.000,- per kilogram. Bahkan, dari sekitar 870 buah melon sudah tinggal sekitar 100 buah dalam satu greenhouse.
Ke depannya, Suparman berencana memperluas penanaman melon di area sebelah utara greenhouse agar produksi semakin meningkat. Sebab, hasil panennya tidak setiap bulan, melainkan tiga bulan sekali.
"Selain itu peran warga dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat wisata buah ini juga sangat membantu, sehingga sampai saat ini belum ada keluhan dari pengunjung mengenai kebersihan," terangnya.
Bahkan, Suparman sebagai Ketua RT sangat bertanggung jawab menjaga kebersihan khususnya di area wisata agar tetap bersih dan nyaman.
Diakui pula pembangunan greenhouse buah melon ini dimulai pada akhir 2025 lalu, mulai proses persiapan, dari pembersihan lahan hingga pembangunan greenhouse, memakan waktu sekitar empat bulan.
"Yang paling dirasakan dengan adanya greenhouse adalah hasil pertanian menjadi lebih baik dan memuaskan. Program ketahanan pangan yang dijalankan melalui BUMDes ini juga memberikan manfaat banyak dengan pemeliharaan lebih mudah dan hasilnya cukup baik," pungkasnya. ( Ren, Fer )