Media Center, Kamis ( 16/07 ) Tenonan sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, perlahan tapi pasti kian mengukuhkan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal. Bukan tanpa alasan, sebagian besar warga di desa ini menggantungkan hidupnya pada sektor industri kreatif, khususnya usaha pembuatan mebel kayu.
Aktivitas memotong, menyerut, hingga mengukir kayu menjadi pemandangan sehari-hari yang akrab ditemui di sepanjang jalan desa. Dari tangan-tangan terampil perajin Desa Tenonan, lahir berbagai produk furnitur berkualitas tinggi yang diminati banyak kalangan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tenonan, Hasan mengatakan, usaha mebel di sini bukanlah industri yang baru tumbuh kemarin sore. Keterampilan mengolah kayu ini sebagian besar diwariskan secara turun-temurun. Kunci kekuatan mebel asal Desa Tenonan terletak pada kombinasi bahan baku pilihan dan ketahanan konstruksi barang.
"Berbagai produk rumah tangga diproduksi di sini, di antaranya, lemari pakaian (minimalis hingga ukiran klasik), set meja dan kursi tamu, tempat tidur (dipan) serta kusen pintu dan jendela," katanya kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Selasa (14/07/2026) kemarin.
Menurutnya, banyaknya warga yang membuka bengkel mebel mandiri membawa dampak sosial-ekonomi yang sangat positif bagi Desa Tenonan.
"Sektor ini terbukti ampuh menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari pemuda putus sekolah hingga orang dewasa yang bertindak sebagai tukang serut, pengampelas, hingga bagian finishing (pelitur/cat)," tandasnya.
Hasan menjelaskan, kunci utama di balik tembusnya produk Desa Tenonan ke pasar luar daerah adalah konsistensi pada pemilihan bahan baku dan keberanian dalam melakukan inovasi desain.
"Para pengrajin di sini tidak lagi hanya mengandalkan model konvensional, melainkan mulai mengadopsi desain-desain modern minimalis dan custom yang sesuai dengan tren pasar masa kini," jelasnya.
Selain faktor kualitas produk, perluasan pasar juga didorong oleh dimanfaatkannya media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran mandiri oleh para pengrajin. Langkah ini membuat produk mebel khas Desa Tenonan lebih mudah dijangkau oleh calon pembeli dari luar kota secara langsung.
Kesuksesan sentra mebel kreatif Desa Tenonan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi di Kecamatan Manding, serta menginspirasi wilayah lain untuk terus menggali dan meningkatkan potensi lokalnya ke pasar nasional.
Perlu diketahui Desa Tenonan mempunyai wilayah seluas 817,9500 hektare. Luas lahan yang diperuntukkan fasilitas umum di antaranya luas tanah untuk jalan 36,5330 hektare, luas tanah untuk Fasilitas umum 4,1670 hektare luas tanah untuk pemakaman 0,9000 hektare.
Desa Tenonan memiliki iklim sebagaimana desa-desa lain, yakni kemarau dan penghujan, sehingga berpengaruh langsung terhadap pola tanam. Untuk aktivitas perekonomian masyarakat pada umumnya yaitu pertanian yang terdiri dari lahan sawah 37,6000 hektare, ladang/tegalan 576,6000 hektare, dan selebihnya untuk fasilitas umum lainnya. ( Fer )