Media Center, Kamis (16/07) AMAN Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pemerintah Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, dan Pemerintah Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, resmi memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Desa Damai Berkelanjutan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (15/07/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan desa yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan dengan mengedepankan kepemimpinan perempuan serta partisipasi masyarakat.
Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Putre Koneng, Bappeda Kabupaten Sumenep, dan disaksikan Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, yang hadir mewakili Bupati Sumenep.
Direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah, menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama perempuan yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan ketahanan komunitas.
“Perempuan memiliki peran strategi dalam membangun ketahanan sosial, menjaga keharmonisan, serta memperkuat daya tahan menghadapi berbagai tantangan masyarakat. Program Desa Damai Berkelanjutan hadir untuk memastikan kepemimpinan perempuan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujar Dwi.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang mampu menghadapi berbagai tantangan sosial maupun pembangunan di masa depan.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, menyampaikan apresiasi atas inisiatif AMAN Indonesia yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Sumenep yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu pilar utama.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep menyambut baik kerja sama ini. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan AMAN Indonesia diharapkan mampu memperkuat tata kelola desa yang partisipatif, meningkatkan peran perempuan, serta menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Joko.
Ia menambahkan, keberhasilan Program Desa Damai Berkelanjutan memerlukan dukungan seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Program seperti ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat. Kami siap mendukung agar Desa Damai Berkelanjutan dapat berkembang dan direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Sumenep,” imbuhnya.
Melalui kerja sama tersebut, AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Babbalan dan Pemerintah Desa Matanair berkomitmen memperkuat tata kelola desa yang inklusif, meningkatkan kepemimpinan perempuan, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, meningkatkan ketahanan sosial masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya alam berbasis kearifan lokal, serta mengembangkan ekonomi komunitas yang berkelanjutan.
Program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya kebijakan desa yang berpihak kepada kelompok rentan sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak antara pemerintah desa, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, pemuda, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep agar setiap proses pembangunan berlangsung secara partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.
Kegiatan penandatanganan MoU tersebut juga turut dihadiri anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Matanair, Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Babbalan, Sekolah Perempuan Muda, serta Srikandi Keris. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan sebagai pelopor perdamaian, penggerak pembangunan, dan penjaga kohesi sosial di tingkat desa.
(Miko, Han)