Media Center, Selasa ( 06/01 ) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep tidak ingin para penghuninya hanya berkutat di tembok jeruji besi. Namun, diharapkan warga binaannya bisa produktif, kreatif dan memiliki harapan baru setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengungkapkan, bahwa Rutan tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat menjalani hukuman, melainkan sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan keterampilan hidup.
“Stigma Rutan sebagai tempat yang menyeramkan sudah tidak relevan lagi. Kami arahkan Rutan menjadi pusat pembinaan, pembentukan karakter, dan peningkatan keterampilan warga binaan,” ungkap Aditya, Selasa (06/01/2026).
Dikatakan, berbagai program kemandirian pun digulirkan secara konsisten. Salah satu yang menonjol adalah pembinaan batik, kini menjadi identitas baru Rutan Kelas IIB Sumenep.
Para warga binaan dilatih membatik dengan motif khas daerah, seperti keris dan burung, yang merepresentasikan kearifan lokal Kabupaten Sumenep.
Bahkan, saat proses pembinaan batik karya warga binaan telah tampil di berbagai pameran dan kontes, baik di tingkat daerah maupun nasional. Produk tersebut juga terbuka untuk dipesan oleh instansi pemerintah maupun masyarakat umum.
"Saat ini, sekitar 19 warga binaan di sini aktif mengikuti program batik dan menghasilkan karya-karya yang cukup bagus," tambahnya.
“Selain sektor kreatif, pembinaan seni dan budaya juga terus digalakkan. Pelatihan hadrah dan saronen rutin digelar, menciptakan suasana Rutan yang lebih hidup, humanis, dan jauh dari kesan menakutkan,” tambahnya.
Dikatakan pula, di sektor ketahanan pangan, Rutan Kelas IIB Sumenep turut mendukung program Asta Cita Presiden. Rutan mengelola lahan sawah seluas kurang lebih satu hektare, serta mengembangkan budidaya ikan air tawar di dalam lingkungan Rutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Pihaknya berharap, ke depan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Rutan Sumenep menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan, untuk menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja.
“Kami fokus pada keterampilan yang dibutuhkan masyarakat, seperti menjahit, las listrik, pertukangan, dan skill teknis lainnya. Targetnya, setelah bebas mereka bisa mandiri,” tegasnya.
Sementara untuk mendukung pembinaan yang menyeluruh, Rutan Kelas IIB Sumenep juga menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi, di antaranya Bank Jatim dan Puskesmas, baik dalam aspek kesehatan, pendampingan sosial, maupun penguatan ekonomi.
"Tujuan besar kami menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berdaya guna dan tidak mengulangi pelanggaran hukum. Karena mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan masa depan yang lebih baik,” paparnya. ( Ren, Fer )