Media Center, Kamis (23/07) Kepanjin merupakan salah satu dari
empat kelurahan di kawasan Kecamatan Kota Sumenep. Secara keseluruhan, kelurahan
ini memiliki luas 0,33 km², atau sekira 28 Ha. Saat ini Lurah Kepanjin dijabat
Ruslan, S.Sos.
Secara historis kawasan tersebut di era pra kemerdekaan,
khususnya sejak abad 19 Masehi, merupakan kampung kepangeranan atau kediaman
putra-putra raja atau adipati Sumenep. Berdasar tata letak, kawasan kepangeranan
memang berada di belakang bangunan keraton atau di sebelah utara yang saat ini
dibatasi Jalan Panglima Sudirman.
“Saat ini ada beberapa bekas kediaman para pangeran itu di
Kepanjin. Seperti bangunan rumah loteng Pangeran Le’nan, Pangeran Ami, dan
Pangeran Adi,” kata Sekretaris Kelurahan Kepanjin Ahmad Heriyanto kepada Media
Center, Kamis (23/07/2026)
Karena pihak kelurahan saat ini kesulitan menjelaskan
tentang asal usul penamaan tempat (toponimi) ini, Media Center sempat menggali
ke beberapa tokoh dan sesepuh di sekitarnya. Menurut salah satu sumber,
Kepanjin berasal dari kata Kepanjian atau Kapanjin menurut Bahasa Maduranya.
“Kapanjin dari satu versi pitutur sesepuh berasal dari Panji,
atau Raden Panji. Yaitu salah satu gelar kebangsawanan di Sumenep. Maknanya merupakan
area atau kawasan para Panji,” kata RB Ainurrahman.
Pendapat ini diamini salah satu pemerhati sejarah di Sumenep
RB Nurul Hidayat, penyebutan Kapanjin sebagai tempat para Panji ini semakna
dengan penyebutan Karaton atau tempat kediaman Rato (raja).
“Asumsinya begitu. Merujuk pada tokoh-tokoh yang menempati kawasan atau komplek. Baik itu gelar atau jabatan. Seperti sebutan Kepatihan, Kadipaten, Katemenggungan, dan lainnya,” jelas Nurul.
Bersambung.
(Han)