Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-07-2026
  • 19 Kali

Desa Paberasan Kembangkan Penggemukan Sapi Melalui BUMDes, Hasilnya Luar Biasa

Media Center, Jumat ( 17/07 ) Desa Paberasan kecamatan Kota Sumenep selain memiliki potensi di bidang pertanian, utamanya beras, potensi peternakan juga menjadi primadona usaha yang dapat menghasilkan perekonomian sangat bagus bagi masyarakatnya. 

Sehingga, apapun program pemberdayaan yang masuk ke Desa Paberasan utamanya berkaiatan dengan pertanian, peternakan dan program pemberdayaan lainnya akan benar-benar bisa dikembangkan dengan maksimal di desa yang pernah meraih Juara I Lomba Adi Karya Pangan Tingkat Nasional di Tahun 2014 ini.

Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh, mengungkapkan, dengan potensi pertanian yang ada di desanya, potensi peternakan saat ini menjadi program andalan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paberasan melalui program penggemukan sapi yang hasilnya sangat laur biasa.

“Bayangkan saja dengan waktu tiga tahun program penggemukan sapi dengan hanya 15 ekor sapi di awal saat ini sudah memiliki 60 sapi yang terus bisa dikembangkan lagi kedepannya,” ujar Saleh, panggilan akrab Kades penuh semangat ini.

Dijelaskan, degan perhitungan yang matang program penggemukan sapi memang dilakukan dengan melihat potensi dan strategi yang matang. Seperti halnya kapan saat beli sapi anak atau sapi muda ini biasanya dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri dan kapan saatnya untuk menjual sapi yang sudah gemuk dan besar ini biasanya dilakukan saata menjelang Hari Raya Iduladha.

“Ternyata hanya dengan waktu sekitar 4 bulan masa penggemukan hingga penjualan hasilnya bahkan hampir separuh dari modal saat membeli. Bayangkan, saat membeli sapi dengan harga 13 juta dan sekitar empat bulan sudah bisa dijual dengan harga 20 juta,” terangnya.

Menurut Saleh, salah satu strategi dalam memberdayakan masyarakat juga harus benar-benar tepat sasaran. Sebab, banyak program sama sebelumnya dengan diberikan bantuan sapi ratusan juga yang kemudian dibagikan begitu saja kepada kelompok atau penerima, akhirnya beberapa tahun bahkan bulan sudah tidak ada wujudnya.

Nah, untuk itu melalui rencana yang matang program penggemukan sapi ini dilakukan dengan melibatkan Rukun Tetangga (RT), untuk menunjuk warganya yang benar-benar bisa beternak sapi dan dipercaya untuk menggemukkan (Ngoan-Madura Red) sapi, dengan bagi hasil yang jelas dan berkeadilan. Yakni pembagian hasil 60 persen untuk peternak, 20 persen untuk RT dan 20 persen saving yang digunakan untuk menambah modal berikutnya.

“Alhamdulillah, dengan komitmen semua pihak hasilnya bisa dirasakan bersama, BUMDes mendapatkan keuntungan, RT juga ada pemasukan dan masyarakat peternak mendapatkan penghasilan yang baik,” tambahnya.

Saleh juga berharap pengembangan penggemukan sapi ini bisa dijadikan study bagi pemerintah, dinas terkait maupun para pengusaha untuk menerapkan pola bagi hasil yang baik. Sehingga, selain bisa menambah usaha juga mampu mensejahteakan masyarakat banyak. ( Ren, Fer )