Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2007
  • 554 Kali

Wilayah Utara Dan Selatan Jatim, Berpeluang Hujan

Sumenep-Kominfo News Room : Wilayah pantai utara maupun selatan di Jawa Timur, diprediksi berpeluang hujan pada malam menjelang pagi hari, dengan intensitas ringan. Hujan tersebut, karena pengaruh angin laut. Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Juanda, Endro Tjahyono, saat dikonfirmasi, Jumat (20/07) kemarin mengatakan, hujan bersifat lokal, yang disebabkan adanya awan-awan konvektif atau awan Cumulu Nimbus yang tidak merata di beberapa wilayah Jawa Timur. Arah angin dari timur dan selatan dengan kecepatan 0,5 hingga 45 km/jam. Suhu udara 18-33 derajat Celcius. Jarak pandang 2-11 km. Selain wilayah pantai, peluang hujan masih akan terjadi di beberapa wilayah di Jatim, utamanya di wilayah pegunungan. Namun intensitasnya ringan dan terjadi pada sore atau malam hari yang sifatnya lokal. Peluang hujan itu, dikarenakan adanya La Nina dengan intensitas lemah, sehingga menyebabkan musim kemarau saat ini, bersifat kemarau basah yang ditandai dengan adanya hujan dengan intensitas ringan. La Nina diperkirakan hingga Oktober 2007. Sementara itu, cuaca Surabaya dan sekitarnya cerah berawan, juga berpeluang hujan pada malam menjelang pagi. Dengan intensitas ringan. Arah angin timur dan tenggara, dengan kecepatan 5-45 km/jam. Suhu udara 23-33 derajat celcius. Sementara itu Koordinator Prakirawan, Mochammad Effendi mengatakan, ketinggian gelombang di perairan Bawean, Kangean dan Masalembu masih relatif tinggi, hingga 21 Juli, diperkirakan antara 2 hingga 3,5 meter. Dalam kondisi normal, ketinggian gelombang antara 0,5-1 meter. Selain perairan tersebut, ketinggian gelombang juga terjadi di Laut Jawa 2 hingga 3,5 meter. Samudera Hindia 3 hingga 5 meter, Laut Flores 3 sampai 4 meter. Laut Banda, Arafuru, Aru dan Buru antara 3 sampai 5 meter. Perairan Halmahera dan Sawu 2 sampai 3,5 meter. Peningkatan tinggi gelombang, umumnya, dipengaruhi oleh dorongan angin dari Benua Australia, yang menyebabkan kecepatan angin lebih kencang 10 hingga 45 km/jam. “Bagi nelayan khususnya dan pelayaran, hendaknya tetap waspada terhadap perubahan cuaca. ( JNR, Esha )