Media Center, Jumat ( 10/07 ) Desa Jadung, yang terletak di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, menyimpan cerita unik tentang bagaimana roda perekonomian sebuah desa digerakkan. Desa ini tidak hanya dikenal dengan potensi pertaniannya, tetapi juga terkenal sebagai salah satu "desa perantau" di ujung timur Pulau Madura.
Sebagian besar generasi muda dan usia produktif dari Desa Jadung memilih untuk mengadu nasib di Ibu Kota dan sekitarnya. Fenomena ini menciptakan dinamika sosial-ekonomi yang menarik, perpaduan antara modal dari kota besar dan pemanfaatan lahan subur di kampung halaman.
Tingginya intensitas merantau ke Jakarta memberikan dampak langsung pada kesejahteraan fisik Desa Jadung. Uang hasil jerih payah para perantau dikirim kembali ke kampung halaman untuk berbagai sektor produktif.
Kepala Desa Jadung, Moh. Syakur mengungkapkan, penghasilan dari merantau ke Jakarta sering kali diinvestasikan kembali untuk membeli alat pertanian modern (traktor, mesin pompa air), serta pupuk berkualitas guna menggarap lahan tegalan penghasil jagung.
"Ada yang menitipkan modal kepada keluarga di desa untuk memelihara sapi Madura menjadi tren investasi populer bagi warga Desa Jadung yang berada di Jakarta. Sapi-sapi ini menjadi tabungan bernilai tinggi yang digemukkan di desa," ungkapnya kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Jumat (10/07/2026).
Syakur mengatakan, lanskap Desa Jadung kini dihiasi oleh rumah-rumah kokoh hasil keringat para perantau, yang sekaligus menaikkan taraf hidup keluarga yang bertahan di desa.
Meskipun aliran dana dari Jakarta mengalir lancar, menurutnya fenomena merantau ini menyisakan tantangan tersendiri bagi keberlanjutan sektor agraris di Desa Jadung.
"Tantangan terbesar Desa Jadung saat ini adalah berkurangnya tenaga kerja muda di sektor pertanian akibat migrasi ke Jakarta. Hal ini menyebabkan sebagian lahan potensial tidak tergarap secara maksimal sepanjang tahun, karena kekurangan sumber daya manusia lokal yang mengelola," jelasnya.
Syakur menambahkan, pemerintah desa kini tengah berinisiatif untuk memfasilitasi wadah investasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Dengan melibatkan para perantau Jakarta sebagai investor atau mitra pemasaran produk lokal desa (seperti kerajinan atau hasil bumi olahan), sehingga komoditas Desa Jadung diproyeksikan bisa langsung menembus pasar Jabodetabek tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang," tambahnya.
Sinergi antara ketekunan kaum urban di Jakarta dan potensi alam yang subur ini, menjadikan Desa Jadung sebagai role model desa adaptif, yang mampu menyulap tantangan migrasi menjadi energi pembangunan daerah.
Untuk diketahui luas wilayah Desa Jadung adalah 6,23 km² (atau setara dengan 623 hektare), mencakup sekitar 9,83 persen dari total keseluruhan luas wilayah Kecamatan Dungkek. ( Fer )