News Room, Jumat ( 04/01 ) Virus flu burung atau H5N1 mungkin sudah tidak seganas dulu, yang mengakibatkan banyak kematian pada manusia. Namun, baru-baru ini justru muncul varian baru H5N1 yang ditengarai mampu mengakibatkan kematian pada orang yang terinfeksi. Virus flu burung clade baru tersebut menyerang ribuan itik di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kemenkes pun melakukan sejumlah langkah antisipasi. “Kemenkes sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia. Kami imbau semua dinas mengupayakan tindakan-tindakan pencegahan, terkait adanya virus flu burung varian baru ini,“ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Ali Ghufron Mukti, di Jakarta kemarin (03/01). Dia menuturkan, Kemenkes menyampaikan surat edaran tersebut sejak 10 hari lalu. Upaya-upaya pencegahan tersebut, antara lain, menyangkut pemberian vaksinasi. Yakni, vaksinasi untuk hewan dan vaksinasi bagi manusia yang kontak dengan hewan, khususnya jenis unggas. “Vaksinasi untuk itik dilakukan Kementan. Tapi, kami juga menjalin koordinasi dengan Kementan,“jelasnya. Selain upaya pemberian vaksinasi, pemerintah minta seluruh dinas dan masyarakat melakukan surveillance aktif. Yakni, mendeteksi manusia yang memiliki riwayat kontak dengan hewan jenis unggas, khususnya itik. “Jika orang yang memiliki riwayat itu mulai timbul gejala flu, harus segera dilakukan tindakan cepat,”ujarnya. ( JP, Ingun, Esha )