Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-07-2026
  • 65 Kali

Keterbatasan Lahan Basah Bukan Hambatan Jadi Desa Agraris Makmur

Media Center, Rabu ( 08/07 ) Matanair salah satu Desa di Kecamatan Rubaru didominasi oleh perbukitan rendah dan lahan kering atau tegalan yang subur, memiliki potensi agraris dengan bentang alamnya yang subur.

Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi utama bagi mayoritas masyarakat setempat, yang mendukung diversifikasi tanaman melimpah, mulai dari buah-buahan, hortikultura, hingga tanaman obat.

Pertanian di Desa Matanair menggunakan sistem tumpang sari dan rotasi tanaman musiman guna menjaga kualitas unsur hara tanah.

Kepala Desa Matanair, Ahmad Rasyidi mengatakan, lahan pertanian di Desa kami sangat produktif menghasilkan komoditas sayur-mayur. Hasil panen yang dominan di antaranya adalah mentimun, cabai, singkong, tembakau dan jagung.

"Mengikuti siklus musim di Madura, jagung menjadi tanaman pangan utama di musim hujan, disusul oleh tembakau murni varietas lokal yang bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau," katanya kepada Media Center, Rabu (08/07/2026).

Dengan luas wilayah yang didominasi lahan produktif, lanjut Rasyidi, Desa Matanair sukses mengintegrasikan sektor hulu dengan sektor hilir ditopang oleh kelembagaan sosial yang sehat. Sehingga, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahan basah bukan hambatan untuk menjadi desa agraris yang makmur di Kabupaten Sumenep.

Perlu diketahui, total luas lahan pertanian produktif di Desa Matanair diperkirakan mencapai sekitar 260 hingga 285 hektare (Ha). Angka ini mencakup hampir 85 persen hingga 90 persen dari total keseluruhan luas wilayah desa yang berkisar di angka ±315 hektare. ( Fer )