News Room, Kamis ( 09/06 ) Sejak tanggal 5 sampai dengan 6 Juni 2016 kemarin beberapa titik lokasi di Pantai Utara Jawa mengalami kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob. Menurut hasil rilis BMKG Pusat seperti yang disampaikan Kepala BMKG Kalianget Amatsubekti melalui Endriyono, hal itu diakibatkan oleh pengaruh astronomi terjadinya bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide) yang mengakibatkan naiknya tinggi muka laut.
"Kondisi ini merupakan siklus rutin bulanan yang normal terjadi. Namun karena bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia sebesar 15 – 20 cm," kata Endri pada Media Center.
Sedangkan untuk gelombang pasang yang terjadi di Barat Sumatera dan Selatan Jawa hingga NTT saat ini selain disebabkan adanya pengaruh tersebut di atas, juga diperkuat dengan adanya penjalaran alun (swell) yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia.
"Potensi gelombang tinggi ini masih akan terjadi hingga 3 sampai 4 hari ke depan, di beberapa wilayah yang diantaranya seperti Perairan Selatan Banten sampai Jawa Timur, juga Bali hingga NTB dan NTT, " tambah Endri.
Dengan kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia itu, menurut Endri masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan siaga. "Terutama masyarakat pesisir pantai barat Sumatera dan selatan Jawa hingga NTT untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi," tutupnya. ( Farhan/Fer )