Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-06-2026
  • 56 Kali

Poklahsar Bintang Terasi Desa Pabian Hasilkan Produk Olahan ikan Bersertifikat Halal

Media Center, Kamis ( 11/06 ) Poklahsar Bintang Terasi Desa Pabian Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, berhasil Adopsi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dan telah menyelesaikan dengan baik dan memenuhi seluruh standar Jaminan Produk Halal (JPH).

Konsultan Penyedia Halal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abd Samad, mengungkapkan, melalui pendampingan sertifikasi halal seluruh rangkaian proses verifikasi, validasi, dan penyusunan dokumen sertifikasi halal, secara resmi dinyatakan bahwa program pendampingan terhadap Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bintang Terasi Sumenep yang berlokasi di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.

"Poklahsar Bintang Terasi berhasil dalam mengadopsi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), mulai dari ketertelusuran bahan baku, higienitas fasilitas produksi, hingga tata kelola produk yang bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi," ujarnya, Kamis (11/06/2026).

Menurutnya, langkah strategis ini merupakan lompatan besar bagi hilirisasi potensi maritim lokal Madura, sekaligus menegaskan komitmen para pelaku UMKM pesisir Kabupaten Sumenep, untuk naik kelas dan menembus pasar modern yang lebih luas.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota kelompok atas dedikasi dan kerja samanya selama proses pendampingan. Semoga terbitnya Sertifikat Halal nanti menjadi motor penggerak ekonomi, pembawa keberkahan, serta jaminan rasa aman yang hakiki bagi seluruh konsumen penikmat terasi khas Kabupaten Sumenep," tandasnya.

Sementara dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Baidawi, menjelaskan, dengan produk halal dari Poklahsar Bintang Terasi nantinya kelompok ini diharapkan bisa mandiri dan naik kelas, serta bisa menambah usaha lainnya selain terasi oven.

"Diharapkan, kelompok Bintang Terasi ini dapat tumbuh menjadi usaha yang maju, mandiri, dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Semoga produk yang dihasilkan mendapatkan kepercayaan konsumen, dikenal secara luas, dan mampu bersaing di pasar global," tandasnya.

Senada disampaikan Penyuluh Perikanan Wilayah Kecamatan Kota Sumenep, Dodik Afrianto, dengan pembentukan Poklahsar Bintang Terasi dapat mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bernilai tambah berupa terasi dan olahan ikan lainnya yang berkualitas, higienis, dan layak jual. Sehingga mempermudah pemasaran hasil olahan ikan agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar daerah.

Selain itu, juga bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota dalam hal pengolahan, pengemasan, serta strategi pemasaran produk. Memperkuat kebersamaan dan kerja sama antar anggota, untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi setiap anggota kelompok.

"Tentunya Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Bintang Terasi dibentuk dengan tujuan mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bernilai tambah berupa terasi dan olahan ikan lainnya," harapannya.

Sedangkan Sekretaris Desa Pabian, Nur Faisal Ali Sahab, sangat mendukung dengan adanya kelompok UMKM ataupun kelompok yang lain, seperti Poklahsar dan juga Poktan di Desa Pabian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Harapan kami setiap kelompok tersebut bersinergi dengan pemerintah desa, tidak hanya ada nama, tapi kami di pemerintahan desa tidak tahu tentang adanya kelompok tersebut," ungkapnya.

Diakui, pemerintahan Desa Pabian juga perlu arsip untuk kelengkapan administrasi dan sebagai bukti bahwa kelompok tersebut benar-benar ada dan terdaftar. Tujuannya untuk mempermudah apabila nantinya ada permintaan data dari pemerintah kabupaten ataupun yang lainnya.

Sedangkan Ketua Poklahsar Bintang Terasi, Iffan Bachtiar Rosdy, mengungkapkan, kelompoknya dibentuk untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk, memperluas jangkauan pasar, serta media pembinaan dan transfer pengetahuan.

"Jadi Poklahsar ini dibentuk untuk mengubah pola usaha yang tadinya bersifat individual dan tradisional menjadi usaha yang kolektif, modern, dan berdaya saing tinggi," jelasnya.

Harapan akhir dari dibentuknya Poklahsar menurut Iffan, adalah terwujudnya kemandirian dan kedaulatan ekonomi para pengolah ikan, karena mereka tidak lagi menjadi objek pasar yang pasrah pada harga, melainkan menjadi pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan sejahtera secara berkelanjutan. ( Ren, Fer )