News Room, Kamis ( 11/12 ) Kelangkaan minyak tanah (Mitan) yang tidak kunjung teratasi, bukan hanya meresahkan masyarakat, tapi justru membingungkannya. Sebab, selain pasokan yang dianggap terbatas, harga juga melambung. Karena itu, salah satu pangkalan mitan di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, menggelar operasi pasar. Dengan adanya operasi pasar, pangkalan mitan itu diserbu warga. Pangkalan minyak tanah yang menyediakan 5.000 liter bagi 1.000 kepala keluarga (KK) ludes terjual dalam waktu 20 menit. Bentuk operasi pasar mitan itu, dilakukan dengan menyebarkan 1.000 kupon kepada KK. Setiap KK dijatah 5 liter minah seharga Rp.15.000,00 atau per-liternya dipatok Rp.3.000,00. Wargapun senang, karena sejak 1 bulan terakhir sulit untuk mendapatkan jatah. Kalaupun ada ditingkat pengecer harganya tembus hingga Rp. 4.500,00 hingga Rp. 5.000,00 per-liter. Operasi pasar itu memang merupakan kali pertama dilakukan di Sumenep, tapi dinilai bernuansa politik. Sebab, di selebaran kupon itu tercantum nama calon legislatif (caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, yang sekaligus pemilik pangkalan mitan tersebut. Salah seorang pembeli Suryaningsih (28), warga Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, mengaku senang dengan operasi pasar minyak tanah. “Meski per-kupon dijatah, tapi saya senang bisa mendapatkan minyak tanah sebanyak 5 liter. Karena, selama ini susah untuk mendapatkan minyak tanah dipasaran,†katanya. Sementara, pemilik pangkalan minyak tanah Desa Marengan Daya, Nurul Anwar membantah, jika operasi pasar mitan ini semata-mata hanya ingin berkampanye. “Saya sengaja mengadakan operasi pasar mitan untuk memudahkan warga Desa Marengan Daya mendapatkan mitan, seiring dengan kelangkaan minyak tanah dipasaran. Tidak ada maksud lain,â€Âujar Nurul Anwar kepada wartawan di rumahnya, Jalan Yos Sudarso, Sumenep, Kamis (11/12). Ia menjelaskan, kalaupun dalam kupon itu ada gambar parpolnya, tapi itu hanya ingin memperkenalkan diri. “Operasi pasar mitan ini murni untuk membantu masyarakat. Andai saja, kupon itu diberikan secara gratis kepada warga, baru itu bisa dikatakan berkampanye,â€Âtegasnya. Dia berencana akan melakukan operasi pasar kembali jika mendapatkan stok dari distributor. ( Nita, Esha )