Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-04-2010
  • 612 Kali

Warga Masyarakat Kangean Adukan Pelayanan PLN Ke Komisi B

News Room, Selasa ( 13/04 ) Sejumlah pemuda dan warga masyarakat kepualuan Kangean, yang mengatas namakan dirinya Front Pemuda Kangean (FPK) dan beberapa LSM, tadi siang, Selasa (13/04) mendatangi Komisi B DPRD Sumenep. Mereka menyampaikan keluhan masyarakat kepulauan Kangean yang selama beberapa bulan terakhir kecewa dengan pelayaan listrik oleh PLN setempat. Salah seorang pemuda kepuluan Kangean, Moh. Nasir mengaku mendatangi DPRD Sumenep, karena selama ini sudah bosan dengan janji dan alasan yang diberikan pihak pengelola PLN di Kangean. Sementara janji yang diucapkan tidak terealisasi dan selalu mencari alasan yang sepertinya tidak rasional. “Petugas PLN yang ada disana mulanya mengaku kesulitan pengiriman solar, kemudian solar sudah lancar, berubah lagi mesinnya ada yang rusak, kemudian alasan lagi onderdilnya tidak bisa dibeli di Indonesia dan harus pesan keluar negeri,”ujarnya. Dijelaskan, selama 2 bulan ini listrik di Kangean hanya menyala 10 jam, yakni dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB pagi hari. Itupun hanya hidup 2 hari dan sehari kemudian padam. “Ini disamping rawan tindakan kejahatan pencurian dan sebagainya, dampaknya kepada pendidikan siswa juga terjadi. Karena anak-anak akan malas belajar dimalam hari, padahal saat ini mereka harus mengikuti ujian,”tambah Nasir. Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Sumenep, H. Dzulkarnain mengaku, kedatangan masyarakat Kangean itu merupakan hal yang memang perlu dicarikan solusi. Karena itu, pihaknya berusaha untuk menfasilitasi pertemuan masyarakat dengan para pelaksana PLN, seperti UPJ PLN di Pamekasan dan Sumenep, serta di Kangean sendiri. “Kami juga akan mengundang Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, sehingga nantinya bisa dicari jalan keluar, untuk memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat Kangean itu,”ujar Dzulkarnain. Disamping itu, sebenarnya tegas Dzulkarnain, banyak hal yang akan dibicarakan dengan pihak PLN, terkait beberapa laporan ketidak puasan mayarakat pelanggan selama ini yang sudah menjadi masukan ke DPRD Sumenep. Misalnya, soal pemutusan sepihak, biaya pasang dan sebagainya. Namun, untuk yang Kangean akan menjadi agenda utama. Pihaknya berharap, ketika dilakukan pertemuan dengan semua pihak tersebut, akan lebih jelas dan upaya yang dilakukan bisa diterima dengan baik. ( Ren, Esha )