Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-01-2009
  • 458 Kali

Warga Masalembu Minta Kapal DBS Segera Dioperasionalkan

News Room, Rabu ( 28/01 ) Belum beroperasinya Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) I, melayani pelayaran dari Pelabuhan Kalianget menuju kepulauan Masalembu, sebagai pengganti sementara kapal keperintisan, ternyata dikeluhkan oleh warga kepulauan Masalembu. Selain warga Masalembu tidak bisa ke wilayah daratan Sumenep, tidak beroperasinya KMP DBS I itu juga berdampak pada stok 9 bahan pokok (Sembako). Sebab, sejak habisnya masa kontrak kapal keperintisan, dan ditambah tidak beroperasionalnya lagi KMP DBS I ke kepulauan Masalembu, maka pasokan sembako tidak lancar. Salah seorang tokoh masyarakat Pulau Masalembu, Maktuf Syarif menjelaskan, stok 9 bahan pokok di Masalembu menipis dan harga per-itemnya juga mulai naik masing-masing Rp. 1.000,00. “Warga Masalembu terancam terisolir. Sebab, kapal DBS I yang menggantikan kapal keperintisan tidak mampu mengarungi laut Jawa,”ujarnya. Hal senada juga dilontarkan Kepala Desa Masalima, Agus Dianto. Menurutnya, persediaan sembako terus menipis, meski pekan lalu sempat mendapat pasokan sembako dengan menggunakan perahu rakyat, dari pelabuhan rakyat Gersik Putih, Kalianget, menuju Masalembu. “Warga terpaksa menggunakan perahu rakyat untuk mendapat pasokan sembako. Tapi, pasokan sembako yang diangkut 6 perahu rakyat itu, ternyata tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan Masalembu,”kata Agus, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (28/01). Karena itu, warga kepulauan Masalembu,kata Agus, meminta kepada Dinas Perhubungan, untuk segera menginstruksikan PT. Sumekar Line Sumenep, supaya mengoperasionalkan kembali KMP DBS I ke Masalembu. Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Drs. H. R. Achmad Aminullah, MM mengatakan, rencananya KMP DBS I akan diberangkatkan ke pulau Masalembu, Kamis (28/12) besok. Namun, karena cuaca buruk, dan kembali ditunda. “DBS I sempat melayani 8 Januari 2009 lalu. Rencananya besok akan diberangkatkan, tapi gagal karena cuaca buruk,”tegas H. Aminullah pada wartawan di kantornya, Jalan lingkar timur, Sumenep, Rabu (28/01). Untuk itu, dia meminta pihak operator kapal dan perahu rakyat berhati-hati dengan kondisi perairan Masalembu saat ini. Sebab, prediksi BMG ketinggian ombak mencapai 3,5 meter dan mengancam keselamatan dilaut. ( Nita, Esha )