Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-07-2026
  • 38 Kali

Ketua MUI Sumenep Dukung Langkah MUI Madura Jaga Moral Bangsa dari Kampanye LGBT

Media Center, Ahad (05/07) Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH Moh. Shaleh Abdurahman, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Madura dalam memperkuat upaya menjaga moral bangsa dari berbagai tantangan sosial, termasuk kampanye LGBT. Sikap tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) MUI Madura yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Palengaan, Pamekasan, Ahad (05/07/2026).

Rakorwil yang dihadiri jajaran pengurus MUI dari empat kabupaten di Madura itu membahas sejumlah isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Salah satu isu lokal yang menjadi perhatian adalah beredarnya video di media sosial yang menampilkan aksi tidak pantas dalam kegiatan hari besar keagamaan dan haflah.

Ketua Umum MUI Kabupaten Pamekasan KH Ali Rahbini Abd. Latif, selaku tuan rumah kegiatan, mengatakan bahwa meski peristiwa tersebut bersifat kasuistis, MUI memandang perlu adanya perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang dianggap lumrah di tengah masyarakat.

"Fenomena seperti ini tidak boleh dibiarkan menjadi normalisasi. Karena itu, MUI perlu hadir memberikan panduan dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Selain isu lokal, Rakorwil juga menyoroti maraknya kampanye LGBT yang dinilai menjadi tantangan sosial dan budaya di Indonesia.

Koordinator MUI Madura yang juga Ketua Umum MUI Kabupaten Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir, menyampaikan bahwa penyebaran budaya LGBT dipandang sebagai ancaman nonmiliter di bidang sosial dan budaya. Menurutnya, persoalan tersebut telah menjadi perhatian nasional, sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.

"Kami memandang persoalan ini harus disikapi secara serius. MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai agama, moral bangsa, dan ketahanan sosial masyarakat," katanya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap langkah MUI Pusat yang tengah menyusun naskah akademik sebagai bahan untuk mendorong pembentukan regulasi terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH Moh. Shaleh Abdurahman, menegaskan bahwa upaya menjaga moral generasi muda harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kampanye perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang dianggap biasa.

"Kami mendukung penuh sikap MUI Madura. Fenomena LGBT harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya terhadap generasi muda sangat serius. Dalam pandangan kami, ancamannya dapat disejajarkan dengan bahaya narkoba karena sama-sama berpotensi merusak masa depan generasi bangsa," ujarnya.

Ia juga menilai ruang publik harus tetap menjadi ruang yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda dengan tetap mengedepankan nilai-nilai moral, etika, dan ajaran agama.

"Perilaku yang menyimpang tidak boleh dinormalisasi melalui berbagai bentuk kampanye di ruang publik. Karena itu, diperlukan peran bersama ulama, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat pembinaan moral," imbuhnya.

Rakorwil MUI Madura turut dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Sampang KHM Itqan Bushiri, beserta jajaran pengurus MUI dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

(Miko, Han)