News Room, Kamis ( 28/02 ) Robohnya salah satu bangunan gedung SMPN 2 Ambunten, nampaknya mendapat perhatian Wakil Bupati Sumenep. Setelah mendapat laporan Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, M.Si bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Ra’is, S.Pd. M.Si dan Assisten Ekonomi Pembangunan, Ir. H. Djasmo, M.Si meninjau langsung lokasi kejadian. Ketika ditemui disela-sela kunjungannya, Wakil Bupati Sumenep mengatakan, robohnya gedung keterampilan dan laboratorium SMPN 2 Ambunten termasuk bencana, untuk itu pihaknya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Assisten Ekonomi Pembangunan, agar perbaikan gedung keterampilan dan laboratorium itu direncanakan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2008 ini. Wakil Bupati menyatakan, bangunan gedung SMPN 2 Ambunten yang merupakan bantuan dari Unicef sebesar RP. 1 milyar itu pelaksananya bukan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, melainkan dari Pemeritah Propinsi Jawa Timur. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ra’is mengatakan, meski gedung keterampilan dan laboratorium itu roboh, namun tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, sebab masih banyak ruang kelas yang kosong. Pihak sekolah bisa mengunakan ruang kelas yang lain sebagai kegiatan keterampilan, apalagi jumlah siswanya hanya sekitar 80 orang. H. Moh. Ra’is menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Sumenep untuk melakukan survey apakah kondisi bangunan sekolah itu sudah parah atau tidak. Bila ternyata kondisinya dapat dinyatakan parah, maka sudah tentu akan dimasukkan pada skala prioritas rehab sekolah. ( Yasik, Soek )