Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-04-2018
  • 681 Kali

Wabup Sumenep : Kami Terus Wujudkan Janji Politik Untuk Kepentingan Masyarakat

Media Center, Kamis ( 05/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mewujudkan program pembangunan yang merupakan janji politik Bupati dan Wakil Bupati, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tetap konsisten melakukan sekaligus merealisasikan program yang menjadi janji politik saat pemilihan kepala daerah lalu, dalam rangka kepentingan masyarakat Sumenep.” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Kamis (05/04).

Ia menyatakan, pihaknya sejatinya telah melaksanakan beberapa program yang menjadi janji politik saat pemilihan kepala daerah lalu, hanya saja dalam merealisasikan program itu secara bertahap tidak sekaligus dalam satu tahun. Itu dilakukan karena menyesuaikan dengan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaen Sumenep setiap tahun, sehingga ada skala prioritas program.

“Secara bertahap kami telah melakukan 9 janji program saat pemilihan kepala daerah lalu, seperti mencetak 5000 orang wirausahawan muda telah dilaksanakan dan pembangunan infrastruktur di kepulauan, kita lakukan tahun ini dengan alokasi dana yang cukup besar.” tegas pengusaha muda sukses ini.

Sembilan program janji politik Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si dan Wakil Bupati, Achmad Fauzi yakni mencetak 5000 wirausaha muda, optimalisasi dan revitalisasi pasar tradisional, optimalisasi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah, mewujudkan Kota berseri dan Desa sejahtera, peningkatan dan percepatan pembangunan infrastruktur kepulauan, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), peningkatan pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dan peningkatan profesionalisme dan inovasi birokrasi.

Selain itu menurut Politisi muda PDI Perjuangan ini, optimalisasi dan revitalisasi pasar tradisional juga telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu, bahkan anggaran dana revitalisasi pasar bertambah di anggaran tahun 2017 lalu.

“Kucuran dana untuk merevitalisasi pasar tradisonal di Sumenep tahun 2016 sebesar Rp. 4,9 miliar sedangkan tahun 2017 ini anggaran meningkat tajam hingga mencapai Rp. 13,5 miliar, dan sumber dana tahun ini Rp. 6 miliar dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Rp. 7,5 miliar dari APBD Kabupaten Sumenep.” imbuhnya.

Wakil Bupati mengungkapkan, yang jelas pihaknya tetap mewujudkan program janji politik itu meskipun pelaksanaannya butuh proses. Untuk itu diharapkan masyarakat bersabar bahkan memberikan saran dan masukan jika pemerintah daerah melaksanakan program itu menemukan persoalan.

“Kami sampaikan terima kasih jika ada masyarakat yang ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah daerah, sehingga pelaksanaan program pembangunan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” pungkasnya. ( Yasik, Esha )