Sumenep-Kominfo News Room : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, volume konsumsi bahan bakar minyak (BBM) rakyat tahun 2006 turun dari perkiraan 40 juta kiloliter menjadi hanya 37 juta kiloliter. "Dari laporan hasil pemantauan Pertamina dan BPH Migas, ada penurunan volume konsumsi BBM sekitar tiga sampai 4 juta kiloliter. Artinya, ini akan mengurangi biaya subsidi pemerintah dengan asumsi harga minyak yang sama", ujar Purnomo usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (07/08). Menurut laporan yang diterimanya dari Pertamina dan BPH Migas, penurunan volume konsumsi rakyat akan BBM disebabkan karena rakyat mulai meningkatkan efisiensi bersamaan dengan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005 lalu. Selain itu, masyarakat di pedesaan banyak yang sudah beralih dari minyak tanah menggunakan arang, briket, dan kayu bakar untuk keperluan memasak. "Dengan kecenderungan ini, tahun ini, volume konsumsi BBM bisa turun sampai empat juta kiloliter", ujarnya. Turunnya volume konsumsi BBM ini dipakai juga untuk menjelaskan bahwa stock BBM di Indonesia aman. Kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa wilayah, seperti di Banjarmasin, Bengkulu, Kupang, dan beberapa wilayah lain itu disebabkan karena kendala transportasi dari kilang ke Depo. "Stok BBM kita aman. Tetapi memang ada kendala teknis di lapangan yang harus kita hadapi. Masyarakat harap mengetahui dan memahami hal itu", ujarnya. Kendala teknis yang dimaksud adalah menyusutnya ketinggian air pada saat musim kemarau, sehingga kapal tanker tidak bisa merapat. Karenanya, distribusi dilakukan melalui jalur darat dan itu memakan waktu lebih lama. ( KCM, Esha )