News Room, Senin ( 31/10 ) Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-747 kembali menggunakan Bahasa Madura. Mulai dari pembawa acara, komandan upacara, inspektur upacara, pembaca doa hingga pengumuman-pengumunan semua menggunakan bahasa Madura. Kegiatan upacara Hari Jadi kali ini dilaksanakan di depan Masjid Jamik Sumenep, Senin (31/10).
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, selaku Inspektur Upacara mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk membudayakan gotong-royong dalam membangun Sumenep, sehingga kedepan Kabupaten Sumenep akan semakin maju dan sejahtera.
“Setiap tanggal 31 Oktober merupakan hari jadi Kabupaten Sumenep, semoga Kabupaten Sumenep tambah maju,” ungkap Bupati.
Menurut Bupati Sumenep ini, lahirnya Kabupaten Sumenep tentunya tidak terlepas dari sejarah perjalanan Sumenep sejak beberapa tahun yang lalu hingga sekarang. Karena itu Bupati juga mengingatkan agar para pemuda Sumenep terus ikut memikirkan peningkatan pembangunan Kabupaten Sumenep. Karena di tangan pemudalah masa depan Kabupaten Sumenep berada.
“Para pemuda merupakan jiwa masa depan Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Sementara, kepada wartawan usai pelaksanaan upacara Bupati Sumenep juga mengaku menggunakan bahasa Madura pada upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep agar masyarakat Madura Khususnya Sumenep tetap menggunakan bahasa Madura dalam kesehariannya. Sehingga, juga bisa mengingatkan bagaimana menggunakan bahasa Madura yang halus.
“Saya harapkan biasakan menggunakan bahasa Madura bagi para pemuda, tak hanya di sekolah, namun di rumah juga dibiasakan berbahasa Madura.” harapnya.
Sementara dalam kesempatan tersebut Bupati Sumenep, juga memberikan sejumlah penghargaan kepada pimpinan SKPD yang dinilai berkinerja baik, serta sejumlah penghargaan dalam berbagai lomba Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-747.
Sedangkan, peserta upacara selain para pimpinan dan karyawan SKPD, BUMN, BUMD, Forpimda, serta para PNS di lingkungan Pemkab Sumenep dengan pakaian adat Keraton Sumenep juga diikuti para santri dan pelajar di Kabupaten setempat. ( Ren, Fer )