News Room, Kamis ( 28/10 ) Sebanyak 500-an warga Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), yang tergabung dalam Front Pemuda Kangean (FPK), menyegel ruangan kerja camat setempat, saat melakukan aksi, pada Kamis (28/10) siang. Segel yang dilakukan aktivis FPK itu dengan cara memaku tiga palang kayu yang diberi tulisan "Disegel" ke pintu masuk ruangan kerja Camat Arjasa, Pulau Kangean. Kontan, tindakan itu mendapat perlawanan dari staf Kecamatan setempat, sehingga terjadi kejar-kejaran. Untuk menghindari kerusuhan, polisi yang melakukan pengamanan terpaksa mengeluarkan 2 kali tembakan peringatan. Koordinator Aksi FPK, Moh. Nasir menjelaskan, aksi penyegelan ini sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kinerja Camat Arjasa, yang kurang tanggap dalam menindak lanjuti sejumlah aspirasi dari warga setempat. “Tuntutan yang kami layangkan, berupa perbaikan pelayanan PLN, yang selama ini masih amburadul. Perbaikan infra struktur di kepulauan dan pengadaan rumah sakit serta kepastian ketersediaan bahan bakar minyak (BBM),”kata Nasir, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (28/10). Sementara, Kapolsek Kangean, Iptu Edy Cahyadi, mengatakan, tembakan peringatan itu, untuk menetralisir suasana dilapangan, supaya tetap kondusif. “Tembakan peringatan itu kami luncurkan dua kali secara beruntun. Dan, itu pun arahnya keatas. Jadi, tidak sampai jatuh korban, karena tembakan ini hanya untuk menghindari adanya kerusuhan antara massa dengan staf Kecamatan Arjasa,”ungkapnya. Saat ini, kata Edy, para pendemo sudah membubarkan diri dengan tertib. ( Nita, Esha )