News Room, Sabtu ( 14/11 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mempunyai pekerjaan rumah untuk menuntaskan warga masyarakat buta akrasa, sebab hingga saat ini angka buta aksara jumlahnya mencapai ribuan orang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si mengatakan, berdasarkan data warga masyarakat buta aksara, angkanya masih tersisa 3.000 orang yang tersebar di 27 Kecamatan daratan dan kepulauan. Untuk mempercepat proses penuntasan buta aksara, Dinas Pendidikan sengaja berkerja sama dengan lembaga dan organisasi masyarakat, seperti Bhayangkari, Aisyiah, Persit Kartika Chandra Kirana, Muslimat, Nasy’atul Aisyiah, PGRI, dan PKK. Masing-masing lembaga dan organisasi masyarakat itu, mempunyai tugas untuk menggelar penyelengaraan Keaksaraan Fungsional (KF). â€ÂKalau kerja sama dengan lembaga itu, setiap tahun berhasil mengurangi buta aksara, tentu saja paling lambat 2 tahun lagi, buta aksara di Kabupaten Sumenep bisa tuntas,â€Âtegasnya H. Moh. Rais menyatakan, pemberantasan buta aksara merupakan salah satu fokus penting, untuk memperbaiki indeks pembangunan manusia di tiap-tiap Kecamatan. Pada tahun ini Dinas Pendidikan bersama lembaga dan organisasi kemasyarakatan menggarap pemberatasan buta aksara sekitar 2.000 orang. â€ÂPrioritas pemberantasan buta aksara ini, mereka yang usianya rata-rata 45 hingga 60 tahun keatas,â€Âtambahnya. ( Yasik, Esha )