News Room, Kamis ( 27/12 ) Upacara peringatan Hari Ibu ke 79, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Hari Kesatuan Gerak PKK dan Penyandang Cacat tahun 2007 di Kabupaten Sumenep berlangsung hidmat di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (27/12) dengan Inspektur Upacara Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Dalam amanatnya Inspektur Upacara mengatakan, peringatan Hari Ibu pada hakekatnya mengenang kembali, memahami dan menghayati pentingnya perjuangan wanita sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Pejuang wanita yang tak pernah surut, bahkan dari tahun ke tahun semakin menggelora, terbukti saat sekarang ini semakin banyak kaum perempuan yang memegang peranan penting dan strategis, baik dalam catatan karier maupun catatan politis. Tantangan kedepan yang dihadapi kaum wanita semakin berat dan kompleks, banyak tugas-tugas pembangunan yang menuntut peranan wanita. Hal ini karena di bidang usaha pengembangan sumber daya pembangunan, kedudukan wanita mempunyai peranan sentral, baik dalam prinsipnya sebagai angkatan kerja mengambil keputusan dalam prilaku konsumsi, ibu rumah tangga pewaris maupun pelestari nilai-nilai luhur perjuangan bangsa pada generasi yang dilahirkan. Disinggung pula kokohnya kekuatan sosial yang terbentuk dalam kesetiakawanan sosial ini pada akhirnya menjadi senjata utama bagi para pejuang dan rakyat dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Begitu pula dengan peranan PKK mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar, yang pada hakekatnya PKK merupakan suatu gerakan pembangunan, dimana kaum wanita sebagai motor penggeraknya dangan sasaran kegiatan keluarga sebagai guru terkecil dalam masyarakat, sehingga keberadaannya diharapkan dapat membentuk keluarga yang sejahtera yaitu keluarga yang mampu menciptakan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan batiniah berdasarkan UUD 1945. Sedangkan tujuan peringatan penyandang cacat merupakan partisipasi penuh dan kebersamaan, dimana cacat jamani jangan dijadikan penghalang untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan. ( JF, Esha )