Media Center, Minggu ( 21/12 ) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Kelurahan Kepanjin Kecamantan Kota Kabupaten Sumenep, kembali menggelar Rembuk Warga Tahunan (RWT) 2025, di Sekretariat BKM setempat.
RWT merupakan pertanggung jawaban program kerja selama setahun serta menyerap berbagai harapan dari warga, relawan dan Pemerintah Kelurahan Kepanjin, di Sekretariat BKM setempat, Minggu (21/12/2025).
Koordinator BKM Barokah, Eko Budi Santoso, menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh relawan anggota BKM, serta para pengelola Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dan Unit Pengelola Sosial (UPS), khususnya juga Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sebagai ujung tombak sehingga BKM Barokah terus berkembang dengan baik.
“Tanpa dukungan KSM yang membantu program BKM tentunya akan sulit untuk sukses," ungkapnya.
Diakui Eko, jika RWT merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan setiap akhir tahun sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada warga Kelurahan Kepanjin.
Tiga point penting dalam kegiatan RWT, pertama tentang transparansi anggaran terhadap penggunaan anggaran, kedua evaluasi program, capaian apa saja yang sudah dilaksanakan selama setahun.
"Dan yang ketiga tidak kalah pentingnya yakni bagaimana perencanaan program di 2026 mendatang," tandasnya.
Anggota BKM Barokah lainnya, Rosida Agustina, juga menyampaikan bahwa, BKM Barokah sejak dibentuk 2007 hingga tahun ini, tetap eksis dan berkembang dengan tiga unit kegiatan yang sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Keberadaan BKM Barokah merupakan satu-satunya BKM yang tetap eksis berjalan sejak dibentuk 2007 di Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Kota," ujarnya.
Pihaknya bersyukur BKM Barokah semakin maju, utamanya dengan dana bergulir sangat bermanfaat dalam membantu perekonomian masyarakat yang kesulitan mendapatkan dana pinjaman perbankan, karena harus memiliki jaminan dan sebagainya.
"Kemajuan BKM Barokah tentunya juga berkat dukungan dari Kelurahan Kepanjin yang selama ini saling mendukung dengan BKM, khususnya terkait beberapa program pembangunan dan pemberdayaan pada masyarakat," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris BKM Barokah, Aminullah juga menyampaikan laporan pertanggung jawaban keuangan berupa penerimaan maupun pengeluaran dari UPK, UPS maupun UPL, termasuk beberapa program BKM yang dilaksanakan selama 2025.
Selanjutnya Laporan Ketua UPK BKM Barokah, Chairil Anwar, menjelaskan, modal awal yang dikelola Unit Pengelola Keuangan (UPK) BKM Barokah di 2007 hanya Rp27.600.000,-, kemudian 2014 kembali mendapat bantuan dari pemerintah Rp89.500.000,-. Jadi kalau ditotal modal dari pemerintah itu Rp117.100.000,-.
“Saat ini kekayaan BKM Barokah dari 2007 hingga November 2025 sudah mencapai Rp843 juta. Bahkan, pada Desember jika dihitung bisa mencapai Rp853 jutaan," jelasnya.
Sementara Lurah Kepanjin, Ruslan diwakili Sekretarisnya, Ahmad Heriyanto, mengapresiasi upaya yang dilakukan para pengurus BKM Barokah khususnya para pengelola UPK, UPL, UPS hingga para KSM, sehingga bisa berkembang dan menjadi BKM yang tetap eksis melaksanakan kegiatan seperti RWT saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi pengurus dan anggota BKM Barokah ini, juga bersinergi dengan kelurahan dan sangat memberikan manfaat pada masyarakat khususnya di Kelurahan Kepanjin,” ungkapnya.
Karenanya Lurah Kepanjin berpesan agar BKM tetap solid dan terus memberikan manfaat kepada masyarakat, serta terus bersinergi dengan kelurahan seperti halnya yang sudah berjalan selama beberapa tahun sebelumnya.
"Kami melihat dan merasakan BKM Barokah terus berkembang dan benar-benar melaksanakan program dengan baik karena juga dikelola dengan transparan," tambahnya. ( Ren, Fer )