Media Center, Rabu ( 10/12 ) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep memulai tahun anggaran 2026 dengan langkah strategis dalam pengelolaan belanja publikasi, yakni melalui sosialisasi "Ngopi Bareng Media", di Aula Kantor setempat, Rabu (10/12/2025).
Sosialisasi tersebut menghadirkan para narasumber dari Polres Sumenep, Kejaksaan Negeri serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah setempat, juga menghadirkan insan pers, dan pelaku industri media lokal di Kabupaten Sumenep.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengungkapkan, sosialisasi ini digelar guna memperkenalkan mekanisme baru belanja iklan media massa melalui sistem e-katalog, sebagai upaya mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran pemerintah daerah.
"Belanja publikasi melalui e-katalog menjadi bagian dari kebijakan nasional, untuk menata ulang proses pengadaan agar lebih terbuka dan terstandar," ungkapnya.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep ini juga menegaskan bahwa, penggunaan e-katalog akan memudahkan OPD dalam memilih layanan media sesuai kebutuhan, sekaligus mencegah potensi penyimpangan anggaran.
Di samping itu, dengan e-katalog, semua proses lebih terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Media yang terdaftar pun telah melalui verifikasi, sehingga memudahkan kerja pemerintah.
"Diskominfo bersama Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada OPD dan media lokal yang ingin menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan media, sekaligus menghadirkan tata kelola informasi publik yang lebih profesional," tandasnya.
Selain itu, melalui sosialisasi ini, merupakan salah satu komitmen Diskominfo Kabupaten Sumenep untuk menjalankan praktik pengadaan yang modern, efisien, dan sesuai regulasi, sebagai langkah awal optimalisasi anggaran publikasi di 2026.
Dari hasil beberapa dialog dan aspirasi yang berlangsung menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Diskominfo untuk mengambil langkah strategis dalam pengelolaan belanja publikasi di 2026. ( Ren, Fer )