News Room, Sabtu ( 18/07 ) Terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada Jum’at (17/07) pagi kemarin, mendapat reaksi keras dari berbagai komponen bangsa khususnya di tanah air. Bahkan, salah seorang Tokoh Kharismatik asal Kepulauan Sapeken, Ustadz Addailami menyatakan ikut mengecam keras aksi pengeboman di dua hotel di Ibu Kota tersebut. Sebab, menurut Ustadz Addailami, perilaku terorisme dan berbagai bentuk pengrusakan sangat dilarang oleh agama apapun, utamanya dalam ajaran Islam. Bahkan, kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada para korban ditempat kejadian, namun juga telah berdampak pada kesengsaraan rakyat Indonesia secara umum. Karena akibat kejadian tersebut, maka perekonomian yang sudah parah saat ini akan semakin terpuruk oleh ulah segelintir manusia yang membuat kerusakan di muka bumi ini. "Saya sangat menyesalkan perilaku pengeboman itu, karena telah mencoreng kehidupan berbangsa dan bertanah air di Repulik Indonensia ini, utamanya juga bagi Ummat Islam yang seringkali dijadikan kuda hitam pada setiap kejadian terorisme semacam itu. Meskipun juga tidak bisa di pungkiri, karena terkadang pelaku sebelumnya mengklaim dirinya merupakan aliran Islam garis keras,"ujar Addailami. Karena itu pengasuh Pondok Pesantren Abu Hurairah di Desa/Kecamatan Sapeken ini berharap pihak pemerintah maupun tokoh-tokoh politik tidak gegabah dalam menyikapi dan memberikan komentar yang bersifat praduga, sebelum mengetahui yang sebenar-benarnya pelaku pengeboman biadab itu. Sebab, jika malah berkomentar yang membuat pihak lain merasa tertuduh, maka akan menjadikan suasana negeri ini semakin tidak kondusif. Sebab, diakui Ustadz Addailami, Indonnesia baru saja melaksanakan Pileg dan Pilpres, sehingga terkadang malah dimanfaatkan oleh jargon-jargon politik untuk melakukan adu domba dan berbagai bentuk provokasi lainnya. Sebab tidak menutup kemungkinan situasi seperti itu memang dirancang sedemikian rupa oleh orang-orang yang memang menghendaki Indonesia kacau, seperti yang pernah dilakukan oleh komunis pada masa lalu. Untuk itu, Ustadz Addailami berharap pihak pemerintah bersama aparat yang berkompeten bisa bekerja semaksimal mungkin, untuk mengungkap otak dibalik pengeboman tersebut. Dan semua komponen masyarakat menyerahkan sepenuhnya terhadap kinerja aparat dalam mengungkap terjadinya misteri yang menggemparkan tersebut. ( Ren, Esha )