Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-06-2007
  • 804 Kali

TNI AL Beri Kesempatan Pemuda Jadi Tamtama

Sumenep-Kominfo News Room : TNI Angkatan Laut kembali memberi kesempatan kepada para pemuda untuk dididik menjadi Tamtama TNI-AL periode 2007. Pendaftaran dibuka bagi pemuda berijazah SLTP/sederajat, usia minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun terhitung saat pendidikan 19 Nopember 2007. Kepala Dispen Armatim, Letkol Laut Drs. Toni Syaiful dikonfirmasi Kamis (21/06) mengatakan, pendaftaran dibuka 2 Juli hingga 17 Agustus di Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) Belawan, Padang, Tanjung Pinang, Jakarta, Surabaya, Makassar, Kupang, Bitung, Ambon, Jayapura maupun Stasiun TNI-AL yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Syarat umum antara lain, WNI, beragama, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik dan tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit, tidak buta warna, tidak berkaca mata, tidak bertato dan tidak bertindik. Persyaratan lainnya, pria, bukan anggota TNI/Polri atau PNS, tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang, bersedia menjalani Ikatan Dinas Pendidikan (IDP) selama 7 tahun terhitung setelah dilantik menjadi tamtama prajurit karier. Selain itu, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, ada persetujuan dari kepala instansi bagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan telah berdomisili sekurang-kurangnya satu tahun di wilayah pendaftaran pada saat mendaftar. Dalam penerimaan Tamtama tidak diadakan ujian tertulis bersifat akademik, tetapi hanya diadakan ujian psikotes dan tes kesehatan, meliputi renang, ketahanan fisik, dan kesehatan mata. Tahun ini, jumlah yang akan diterima sebanyak 600 orang dari seluruh Indonesia, Namun untuk wilayah Surabaya dan lainnya belum bisa diketahui. Bagi peserta yang diterima, pendidikan akan dipusatkan di Kodikal Surabaya dengan materi dasar militer, pembentukan fisik, mental, sikap dari sipil ke militer selama empat bulan. Selanjutnya, peserta pendidikan akan ditempatkan sesuai dengan ijazah masing-masing. Khusus untuk kejuruan, materi yang diberikan berupa kelistrikan, logistik, administrasi dan kesehatan selama 4-8 bulan. Proses penerimaan TNI AL akan dilakukan secara obyektif, tidak ada rekayasa dan KKN. Semua berpegang pada kemampuan seseorang/peserta tes. ( JNR, Esha )