Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-10-2010
  • 629 Kali

TKI Ilegal Dari Malaysia Asal Sumenep, Terus Berdatangan

News Room, Senin (04/10) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Sumenep yang dipulangkan secara paksa dari Negeri Jiran Malaysia terus berdatangan. Terbukti, dalam sebulan ini, sejak awal September hingga awal Oktober 2010 ini, sedikitnya ada 25 orang yang dipulangkan dari Malaysia dan melapor ke Disnakertrans Kabupaten Sumenep. Bahkan jika dikalkulasikan sejak Januari hingga Oktober 2010 ini, ada 100 orang lebih TKI ilegal yang dipulangkan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Yusron, M.Si. Bahkan, para TKI yang dideportasi dari Malaysia ini lagi-lagi semua berasal dari Kepulauan Kangean, tepatnya dari Kecamatan Arjasa dan Kangayan. “Hari ini juga sudah ada 1 orang yang datang kesini, dan kami beri bantuan uang transpor sebesar Rp. 75.000,00,”ujar Yusron. Berdasarkan keterangan dari para TKI yang di deportasi itu, mereka berangkat dari Sumenep sekitar satu-dua tahun lalu, namun mereka ditangkap dan dijatuhi hukuman disana, sesuai tingkat kesalahannya. Hanya saja, yang disayangkan Yusron, sepertinya mereka belum kapok juga untuk berangkat ke Malaysia meskipun sudah mendapat perlakukan yang tidak baik. Menurut Yusron, mereka rata-rata diajak oleh tetangga dekatnya yang kebetulan sudah berada di Malaysia sebelumnya. Padahal mereka berangkatnya juga tidak cuma-cuma, namun membayar jutaan rupiah yang terkadang melebihi dari biaya TKI yang secara resmi diberangkatkan perusahaan jasa TKI yang legal. Sedangkan yang berangkat secara resmi yang menggunakan jasa perusahaan TKI di Sumenep, yakni dari Kecamatan Pasongsongan, Rubaru dan Guluk-guluk. Namun, biasanya para TKI ini dipekerjakan di Saudi Arabia, sehingga mereka bisa terdeteksi keberadaannya dan lebih terjamin kesehatan dan keselamatannya. Karena pihak perusahaan sudah melengkapi berbagai persyaratan adminitrasi dari pemberangkatan hingga penempatan, bahkan hingga kepulangannnya. ( Ren, Esha )