Media Center, Kamis ( 19/11 ) Untuk meningkatkan pengawasan, transparansi, efisiensi pemungutan pajak dan pelayanan kepada wajib pajak sekaligus terciptanya suatu basis data perpajakan yang transparan dan akuntabel, akhirnya Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Bank Jatim Cabang Sumenep meluncurkan E-(BPHTB) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
“Pemkab Sumenep selaku kontributor pembiayaan pembangunan terus berupaya meningkatkan kualitas kemudahan pelayanan kepada masyarakat dengan dukungan sistem informasi teknologi informasi,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Launching E-BPHTB Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Keraton, Kamis (19/11/2020).
Sebab, sebelumnya proses pemungutan BPHTB dilakukan secara manual, dengan cara wajib pajak melalui notaris atau PPAT harus datang ke kantor keuangan Pemerintah Daerah, untuk meminta layanan validasi nilai BPHTB-nya dengan membawa berkas.
Untuk itulah, dengan E-BPHTB ini proses layanan validasi nilainya bisa dilakukan secara otomatis, sehingga menjadi lebih mudah dan efisien, mengingat masyarakat hanya melakukan input dan upload semua berkas yang dibutuhkan dengan paperless.
“Melalui e-BPHTB ini jelas juga meningkatkan transparansi pengelolaan pajak daerah khususnya BPHTB, daripada pemungutannya dilakukan secara manual yang khawatir ada permainan nominal harga tanah dan bangunannya,” imbuh Bupati dua periode ini.
Bupati bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah dan Pimpinan Bank Jatim Surabaya, Tony Prasetyo, secara bersamaan menekan tombol sebagai tanda peluncuran E-BPHTB di Kabupaten Sumenep, sekaligus Pimpinan Bank Jatim Sumenep, Sigit Tri Atmoko mempraktekkan cara pembayaran BPHTB secara elektronik.
Perwakilan Bank Jatim Surabaya, Tony Prasetyo mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) bisa memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat secara online.
“Mudah-mudahan Bank Jatim Cabang Sumenep terus bersinergi dengan program Pemkab Sumenep, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan potensi-potensi derah untuk kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menilai Kabupaten Sumenep semakin berkembang, bahkan semakin mekar, karena mempunyai potensi besar yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Untuk itulah, pihaknya berterima kasih kepada Bank Jatim Sumenep dan Pemkab Sumenep yang telah berkontribusi meluncurkan e-BPHTB, sebagai salah satu program untuk mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Setelah peluncuran ini, Kabupaten Sumenep salah satu Kabupaten di Indonesia yang semakin maju dengan memanfaatkan teknologi melaksanakan e-BPHTB. Bahkan, daerah yang menerapakan e-BPHTB merasakan manfaatnya karena mampu memperoleh pendapatan dan distribusi yang lebih besar dengan adanya pencatatan secara teknologi ini,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )