Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-09-2025
  • 671 Kali

Tingkatkan Kompetensi Guru, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Bimtek

Media Center, Selasa (23/09) Guna meningkatkan Kompetensi dan Inovatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemanag) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) yang diikuti oleh seluruh guru PAI di lingkungan Kemenag Kabupaten/Kota.

Bagi peserta Bimtek guru PAI di lingkungan Kemenag Kabupaten Sumenep bertempat di Hotel de Baghraf, Senin (23/09/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan guru PAI dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kabupaten Sumenep

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep Abdul Wasid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menekankan pentingnya peran guru PAI dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual.

Guru PAI dituntut untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran agama tidak cukup hanya bersifat normatif, tetapi juga harus menyentuh aspek praktis dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kemenag Jawa Timur Moh. Amak Burhanudin yang tidak hanya memberikan arahan umum, tetapi juga bertindak sebagai pemateri. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi “Kebijakan Kementerian Agama tentang Peningkatan Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran PAI.”

Amak Burhanudin menyoroti berbagai program strategis Kemenag yang diarahkan untuk mendukung profesionalitas guru PAI, termasuk penguatan literasi digital, pengembangan kurikulum berbasis cinta, serta peningkatan kualitas metodologi pembelajaran.

“Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru PAI melalui pelatihan, bimtek, serta penyediaan platform digital. Inovasi pembelajaran harus menjadi budaya di setiap satuan pendidikan,” tegasnya.

Melalui Bimtek tersebut, diharapkan para guru PAI mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk berbagi praktik baik antar guru lintas jenjang. 

(Rilis-Mujib/ismi, Han)