Media Center, Minggu ( 02/02 ) Tim Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan tenaga medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Batuputih melakukan surveilans terhadap siswa SMA China, Akhmad Naufal asal Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep.
Pemeriksaan kesehatan luar tersebut berlangsung di teras rumah Akhmad Naufal, yang selama 2,5 tahun berada di China untuk menimba pendidikan di Guangxi Overseas Chinese School Kota Nanning, Guangxi.
Akhmad Naufal memilih pulang setelah wabah corona merebak di kawasan Wuhan, Chiba. Ia tiba di kampung halamannya, pada Jumat (31/01/2020) dini hari.
Hasil pemeriksaan tim yang terdiri dari Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Sumenep dan tenaga medis, hasilnya Akhmad Naufal dinyatakan sehat.
“Akhmad Naufal dinyatakan sehat dan tidak terindikasi virus corona,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Minggu (02/02/2020).
Selama berada di China, Akhmad Naufal tidak pernah sakit. Dan jarak asrama dengan Kota Wuhan sangat jauh atau berbeda Provinsi.
"Tapi, saat Akhmad Naufal masih di Kota Nanning, sudah ada lima orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona,” terangnya.
Meski dinyatakan sehat, lanjut Widiarti, Tim Urkes Polres dan Tenaga Medis Puskesmas Batuputih, tetap memberikan vitamin kepada Naufal.
"Vitamin itu untuk menjaga kesehatan Naufal, karena baru datang dari Negara China yang merupakan suspect virus corona," tukasnya.
Kematian akibat wabah virus corona di China tercatat mencapai 259 orang hingga Jumat (31/01/2020) waktu setempat. Jumlah tersebut bertambah 46 dari jumlah sebelumnya. Laporan Reuters mengutip pemberitaan televisi CCTV yang menyampaikan rilis Komisi Kesehatan Nasional negara itu. ( Nita, Fer )