News Room, Senin ( 14/02 ) Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan mengunjngi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep, Senin sore (14/02). Kehadiran rombongan TP PKK tersebut untuk memberikan bantuan makanan dan baju muslim. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Hj. Wafiqah Jamilah Busyro mengatakan, kedatangan rombongan Tim Penggerak PKK ke Rutan Sumenep dalam rangka berbagi kasih sayang dan rejeki untuk makan bersama dengan warga Rutan Sumenep. Sekaligus sebagai sasrana untuk menjalin komunikasi dengan penguhi Rutan, guna mengetahui secara langsung aspirasi meraka terkait dengan keluhan dan keinginannya. ”Saya bersama rombongan ingin duduk bersama sambil makan dan berbincang-bincang mendengan keluhan penguhuni rutan untuk kami tampung. Jadi kami minta tolong pada kepala rutan dan jajarannya untuk kehdairan kami di bulan mendatang tidak usah lagi disambut dengan kegiatan yang resmi,”tegasnya Hj. Wafiqah Jamila Busro menyatakan, penghuni rutan yang sudah memperoleh pembinaan skil dan keterampilan selama menjalani hukuman, untuk memanfaatkan ilmu tersebut untuk mengembangkannya sebagai penunjang untuk membuka wira usaha. Bahkan diharapkan penghuni rutan yang sudah bebas kembali ke tengah-tengah masyarakat, untuk tidak lagi kembali kejalan yang melanggar hukum, namun melakukan tindakan dan perbuatan dijalan yang benar serta bermanfaat bagi masyarakat. ”Kami harapkan penghuni rutan semaka hari melakukan tindakan dan perbuatan yang semakin baik, sehingga meraka yang sudah keluar dari rumah tahann ini menjadi pribadi yang baru, mempunyai nilai jual yang lebih dan mempunyai masa depan yang lebih bak pula. Sementara Kepala Rutan Sumenep, Syaiful Rahman mengungkapkan, pimbinaan yang dilakukan pada penguhi Rutan diantaranya pembinaan kepribadian, pembinaan jasmani dan pembinaan keterampilan. ”Pembinaan kepribadian yang diberikan yakni pembacaan surat yasin dan sholat istigotsah yang diikuti oleh semua penghuni Rutan, pembinaan jasmani, yakni kegiatan senam dan pembinaan ketrampilan, yakni kerajnan keramik dan kegiatan kesenian tradisional,”imbuhnya. ( Yasik, Esha )