News Room, Rabu ( 23/10 ) Tim OPK Raskin Kabupaten Sumenep mengadakan monitoring dan evaluasi kepada Tim Raskin Kecamatan maupun desa di Kecamatan Batang-batang pada Rabu 22 Oktober 2008. Ketua Tim Raskin Kabupaten, yang juga selaku Kabag Perekonomian Drs. H. Moh. Sadik mengatakan, tim datang ke Kecamatan dalam rangka melakukan evaluasi agar kedepan tidak ada masalah baik di kecamatan maupun di desa. Sehingga raskin kedepan tidak akan memakan lagi korban aparat desa mapun Kepala Desa bahkan aparat yang lainnya. Sebab, hal itu tidak diinginkan oleh Bupati, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Sadik memaparkan, dari 15 kecamatan yang sudah didatangi, ternyata ada temuan-temuan yang mengerucut menjadi persoalan, yakni menyangkut administrasi maupun data penerima beras bagi orang miskin. Karena itu, Moh.Sadik berharap kedepan aparat maupun petugas raskin kecamatan/Desa, supaya lebih hati-hati, karena kelihatannnya masalah OPK Raskin disepelekan. Namun setelah diteliti dan ditelaah bahwa untuk Kabupaten Sumenep dalam 1 tahun mendapat alokasi setiap bulannya berkisar 1922 ton. Sedangkan, Menurut laporan Camat Batang batang bahwa pelakssanaan OPK Raskin untuk Kecamatan Batang - batang tidak ada masalah yang berarti, kemudian baku penerimaan Raskin setiap bulannnya berskisar 93 ton 510 kg. Jadi, dalam 1 tahun berjumlah 1.122 ton 120 kg. sehingga, ditekankan agar OPK Raskin tetap berjalan dan ada perhatian dari pemerintah, tidak hanya pada tahun 2009 dan juga diharapkan raskin tersebut bisa sukses dengan tetap memenuhi 6 T, tepat sasaran, harga, jumlah, waktu, administrasi. Sementara itu di Kecamatan Kota Sumenep, digelar rapat koordinasi penebusan Raskin untuk bulan Nopember dan Desember 2008. Camat Kota, Drs. H. Moh. Sirat Aidy, M.Si ketika memimpin rapat menegaskan, penebusan Raskin periode tersebut harus ditebus secara kontan. Menurut Camat Kota, akar permasalahannya adalah adanya SPPT Ganda, pameran pembangunan, Pilkada tahap II, Diskusi orang miskin, dan pemberangkatan jamaah haji. ( JuP-18,01, Adjie )