Media Center, Senin ( 09/07 ) Bakti situs pasarean Ibu Pangeran Le’nan, yang dimotori oleh Tim Ngoser (Ngopi Sejarah) Sumenep, Ahad (08/09) berjalan lancar. Agenda non formal yang digagas oleh komunitas kecil yang concern dalam diskusi ringan mengenai sejarah Sumenep itu bahkan menarik beberapa komunitas pemerhati sejarah dan para ahli waris keturunan Pangeran Le’nan untuk ikut dalam kegiatan bersih-bersih di area situs. Dua komunitas yang suka rela ikut dalam bakti situs itu ialah Songennep Tempo Doeloe, dan Fotografi Wonderful Madura.
“Awal bergabungnya mereka itu saat Ngoser mengshare gambar makam Ibu Pangeran Le’nan, dan soal rencana bakti situs itu,” kata Ja’far Shadiq, salah satu anggota Tim Ngoser pada Media Center.
Bakti situs yang digelar kemarin meliputi bersih-bersih di dalam kubah Ibu Pangeran Le’nan, dan sekaligus jalan setapak menuju kubah yang dipenuhi tumbuhan liar serta dedaunan. Kegiatan yang dimulai sekira pukul 07.00 WIB itu berakhir hingga pukul 12.00 WIB. Lokasi makam berada sekitar 50 meter dari jalan Raya. Semacam gang kecil ke arah barat, sekira 200 meter sebelum mulut tanjakan jalan Asta Tinggi.
Salah satu anggota keluarga keturunan Pangeran Le’nan yang juga ikut hadir dalam bakti situs itu mengaku bahwa sebelum adanya temuan dan inisiatif Tim Ngoser tidak satupun yang tahu mengenai keberadaan makam Ibu Pangeran Le’nan. “Sesepuh yang masih ada saat ini juga baru tahu,” katanya.
Penemuan makam ibu Pangeran Le’nan sebenarnya sudah sejak awal tahun 2016 lalu. Berawal dari info salah satu warga Kebunagung yang suka tirakat di cungkup berpintukan akar pohon besar itu. Info awal, dari hasil bisikan gaib, di situ adalah makam ibu Sultan Abdurrahman, namun setelah dicek ke lokasi oleh salah satu anggota Tim Ngoser, berdasar keterangan batu nisan diketahui jika itu adalah pasarean ibu Pangeran Le’nan, atau salah satu isteri Sultan Abdurrahman.
Nah, Rabu (04/07) kemarin Tim Ngoser yang beranggotakan M. Farhan Muzammily, Ja’far Shadiq, Hairil Anwar, dan Imam Alfarisi melakukan survey bersama. “Melihat keadaan yang memprihatinkan itu, Ngoser tergerak untuk membersihkan cukup berempat saja dengan mencari jasa tukang pembersih rumput atau semacamnya. Namun rencana itu berubah, justru banyak yang kemudian ikhlas membantu,” kata Ja’far. ( Han, Esha )