Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-10-2025
  • 1357 Kali

Tim BPBD Sumenep Lakukan Asesmen Dampak Gempa di Pulau Sapudi

Media Center, Kamis ( 02/10 ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep bersama instansi terkait, turun langsung ke Pulau Sapudi untuk melakukan asesmen pascagempa yang mengguncang wilayah Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat agar masyarakat terdampak mendapat penanganan maksimal, terutama melakukan asesmen, karena datanya penting agar pemberian bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendataan awal sangat penting agar bisa mengetahui kebutuhan masyarakat secara nyata, dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” kata Bupati kepada Media Center, Kamis (02/10/2025).

Tim gabungan itu mendata kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan dan ibadah yang terdampak guncangan gempa. Selain itu, mendata korban terdampak, baik yang mengalami luka-luka maupun yang harus mengungsi karena rumahnya tidak lagi layak huni.

“Kami tidak ingin ada masyarakat yang terabaikan, sehingga seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan hasil asesmen menjadi dasar, bagi langkah pemulihan jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Dampak gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/09/2025) pukul 23.49 WIB, berdasarkan data sementara di Kecamatan Gayam rumah warga yang rusak ringan hingga berat sebanyak 121 rumah, 6 masjid, 1 musala, 8 sekolah dan Puskesmas.

Sedangkan di Kecamatan Nonggunong kerusakannya 17 rumah, 2 masjid, 1 musala dan 3 sekolah, sedangkan korban luka di dua kecamatan itu sebanyak 6 orang dirawat di Puskemas Gayam.

“Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang terlibat dalam penanganan awal bencana ini,” tandas Bupati Achmad Fauzi. 

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menyampaikan bahwa asesmen dilakukan untuk menghimpun data akurat kerusakan dan jumlah korban benar-benar terverifikasi dengan baik.

Setelah asesmen selesai dilaksanakan selanjutnya ada tindak lanjut, yakni program memperbaiki rumah warga yang terdampak.

“Dinas PUTR melakukan perbaikan rumah warga yang rusak bersama dengan Polres dan Kodim Sumenep, agar prosesnya bisa berlangsung cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pihaknya bersama tim instansi terkait seperti Polri, TNI dan PMI berusaha mempercepat penanganan pascagempa, itu dilakukan agar masyarakat yang terdampak bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami sesuai dengan instruksi pimpinan untuk bekerja cepat dan tanggap, dengan harapan dalam waktu singkat segera bisa melalukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )