Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-06-2009
  • 1409 Kali

Tidak Benar, Ular Berkepala Manusia Ada Di Museum Sumenep

News Room, Kamis ( 18/06 ) Beredarnya rekaman “Ular Berkepala Manusia” dari HP ke HP (Hand Phone) yang dikaitkan dengan menjelmanya manusia pemburu harta pesugian (Rajjhe, Madura) ternyata sudah sampai ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep. Menurut Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Masir, MM, ketika ditemui News Room dikantornya, Kamis (18/06) membenarkan adanya peredaran rekaman video berdurasi 1 menit, yang sempat menggegerkan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumenep. “Memang banyak para wisatawan, baik di dalam dan luar daerah yang bertanya pada kami tentang kebenaran adanya makhluk ajaib itu, namun saya tegaskan disini tidak pernah ada itu,”ujar H. Moh. Nasir. Sebab, menurut H. Moh. Nasir, mereka ada yang bertanya terang-terangan, kalau makhluk itu ada di Museum Sumenep. Karena itu, pihaknya menegaskan kepada masyarakat umum, bahwa issue tersebut tidak benar. Dan itu hanya issue yang dilontarkan dari mulut kemulut yang mungkin diawali oleh orang usil. Bahkan, tegas H. Moh. Nasir, ada wisatawan dari Jawa Tengah yang bertanya kebenaran issue itu, sebab katanya issu itu juga sempat ramai terjadi disana sekitar 2 tahun lalu. Karena itu H. Moh. Nasir berharap masyarakat tidak mudah termakan issue yang simpang siur. Sementara itu, dalam pantauan News Room beberapa warga memiliki rekaman dalam HP tersebut, dalam bahasa orang yang menunjuk dan memegang rambut ular dengan ukuran besar dan berkepala seperti anjing dan berambut putih panjang, bahasa yang digunakan bahasa Jawa. Bahkan teman wartawan dari Pamekasan sempat beberapa kali telepon News Room untuk menanyakan kebenaran adanya ular ajaib itu. Namun dari salah seorang paranormal yang sempat ditemui News Room mengira itu, makhluk halus kutukan yang diwujudkan. Biasanya dulu disebut oleh orang Madura dengan sebutan “Jenglot”.( Ren, Esha )