News Room, Sabtu ( 25/04 ) Pembunuhan terhadap Moh. Hasyim (37), Ketua KPPS TPS 3 Desa Sindir Kecamatan Lenteng meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terutama bagi Ahmad Busairi (17) putra sulung korban, apalagi kejadian pembunuhan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) yang sedang diikuti oleh siswa kelas 3 SMA Negeri 2 Sumenep tersebut. Saat ditemui News Room di rumah duka Desa Sindir, Jum’at (24/04) siang, Busairi mengatakan, dirinya memutuskan untuk terus mengikuti Unas, meskipun dalam keadaan berduka cita. “Saya terpaksa tetap ikut Unas mas, karena kalau tidak mengikuti Unas tersebut, maka perjuangan saya selama 3 tahun akan sia-sia, apalagi saat ini saya adalah sebagai tumpuan keluarga,â€Âtegasnya. Namun, menurut siswa yang bercita-cita menjadi polisi tersebut, terpaksa tidak belajar semenjak kejadian tersebut, karena masih dalam keadaan berkabung, namun dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari, membuat dirinya mampu menjawab puluhan soal-soal Unas tersebut. “Saya berharap dapat lulus dalam Unas, untuk dapat mewujudkan cita-cita menjadi polisi, sehingga dapat membanggakan keluarga, utamanya almarhum ayah,†harapnya. ( Gun, Esha )