News Room, Selasa ( 27/12 ) Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep selama 2 hari berturut-turut, menyebabkan lokasi penambangan batu bata di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, longsor, pada Selasa (27/12) siang, sekitar pukul 11.25 WIB, dan merenggut 2 korban jiwa. Kedua korban itu, satu diantaranya merupakan istri pengusaha batu bata, yakni Bu Jamal (40), dan korban meninggal lainnya adalah Sanah (40), semuanya perempuan warga Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Camat Pragaan, Abd Majid, S.Sos, M.Si menjelaskan, sesuai penuturan warga setempat, saat kejadian ada 5 pekerja penambang batu bata, semuanya perempuan, termasuk istri pengusahanya yang meninggal dunia. “Namun, korban meninggal dunia 2 orang. Yang satu kondisinya parah, dengan kepala hancur terkena longsoran batu. Sedangkan, 3 korban lainnya selamat, yang sekarang dibawa ke Puskesmas Pragaan,”kata Majid, dilokasi kejadian di Kecamatan Pragaan, Sumenep, Selasa (27/12). Majid mengungkapkan, sebenarnya sejak awal tahun 2011, pihaknya sudah melarang warga melakukan penambangan dilokasi tersebut, mengingat hasil tinjauan lapangan lokasinya sangat berbahaya, dengan kemiringan yang cukup berbahaya. Namun, ternyata mereka masih tetap beraktivitas. “Kami kaget kalau longsoran batu bata itu ada korban jiwa. Kami mengira tidak ada aktivitas lagi, sebab bersama perangkat Desa setempat, kami sudah melarang para pekerja menambang batu bata. Tapi, ya apa boleh buat, mereka memaksa, akhirnya ada kejadian longsor dan menyebabkan jatuhnya korban,”terangnya. Dengan kejadian longsor tersebut, kata Majid, lokasi penambangan batu bata ini ditutup. “Lokasi penambangan sudah ditutup. Kami tidak ingin jatuh korban lagi. Untuk para korban longsor batu bata, akan diupayakan mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Datanya sudah kami kirim ke Dinas Sosial Kabupaten setempat,”ungkapnya. ( Nita, Esha )