Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-08-2009
  • 711 Kali

Tertiban Lahan, Petugas PT. Garam Dan Petani Nyaris Bentrok

News Room, Rabu ( 19/08 ) Upaya penertiban lahan garap pegaraman oleh PT. Garam (Persero) Kalianget, terus berlangsung. Sebab, lahan garam yang diklaim masih digarap sejumlah petani yang tergabung dalam Yayasan Petani Garam Rakyat Al-Jihad itu, dinilai sudah tidak memiliki ikatan kerja sama dengan PT. Garam. Akibatnya, proses penertiban itu mengalami kendala. Ratusan petani garam rakyat Al-Jihad berusaha menghalang-halangi petugas PT. Garam, sehingga nyaris bentrok. Penertiban lahan garam tersebut, berlangsung di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Rabu (19/08) pagi. Salah seorang petani garam, sekaligus pengurus Yayasan Al-Jihad, Abdur Rahman mengatakan, pihaknya akan terus menghalangi proses penertiban yang dilakukan PT. Garam. Sebab, pihaknya punya hak untuk menggarap lahan garam milik PT. Garam, karena ada ikatan kerja sama sejak tahun 2000. “Selama ini petani garam rakyat Al-Jihad, tidak pernah mengawali aksi-aski arogansi, premanisme dan diskriminasi. Tapi, PT. Garam yang selalu mengawalinya. Jadi, kalau terjadi konflik di Desa Pinggirpapas, PT. Garam harus bertanggung jawab,” terang Abdur Rahman, pada wartawan dilokasi lahan pegaraman, Kalianget, Rabu (19/08). Ia menjelaskan, pihaknya akan tetap menduduki lahan pegaraman tersebut, meski PT. Garam sudah bertindak arogan, dengan memutus ikatan kerja sama dengan Yayasan Al-Jihad secara sepihak. Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Klaim PT. Garam, H. Farid Zahid, SH mengatakan, upaya penertiban hanya dilakukan di lahan garam yang dikerjakan warga yang tidak memiliki ikatan kerja sama dengan PT. Garam. “Di Desa Pinggirpapas terdapat 4 hektare lahan garam milik kami yang dikerjakan oleh 5 warga, tanpa ikatan kerja sama,”ungkapnya. ( Nita, Esha )