Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-08-2015
  • 1009 Kali

Telekomunikasi Sabang-Merauke Titik Awal Pembangunan Soeharto

News Room, Rabu ( 12/08 ) Titik awal pembangunan yang dilakukan Soeharto, sejak menggantikan Soekarno sebagai Presiden, ialah membangun infrastruktur telekomunikasi dari Sabang hingga Merauke, guna memudahkannya mengawasi setiap pembangunan.

Demikian diungkapkan Hary Tjan Sillahi, pengamat politik Centre dari for Strategic and International Studies (CSIS). "Melalui kelancaran telekomunikasi, pemerintah pusat dapat turun langsung dan berkoordinasi dengan daerah dalam rangka mempercepat pengelolaan setiap potensi sumber daya alam didaerah terkait.

Soeharto lebih menekankan kesatuan konkret ekonomi. Buktinya, beliau dapat membuat seluruh Indonesia berkomunikasi melalui radio,"kata Hary kepada InfoPublik dalam wawancara khusus Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka,  kemarin.

Pada zamannya, lanjut Hary, Soeharto sukses membawa nama Indonesia sebagai negara yang disegani di Benua Asia. Tangan dingin Soeharto mampu membuat negara lain tertarik menjalin kerjasama dalam segala bidang dengan Indonesia, sehingga banyak pembangunan dilakukan.

"Pak Harto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, karena pada saat kepimpinanannya, ia membentuk komunitas ASEAN dan APEC untuk meningkatkan kerjasama luar negeri,"ujarnya.

Setelah berhasil membangun infrastruktur telekomunikasi, Soeharto membangun sektor agraria. Alasannya,  sebagian besar wilayah memiliki tanah subur. Dengan pengembangan pertanian dipercaya kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan pada masa pemerintahannya.

"Indonesia membutuhkan pengembangan pertanian, karena sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. dan Pak Harto sudah melakukan tugas itu semaksimal mungkin,"tuturnya.

Terakhir adalah kebijakan Keluarga Berencana (KB) yang diterapkan pada masa pemerintahannya, mampu mencegah peningkatan populasi secara  signifikan. Pada saat itu, tingkat kelahiran di Tanah Air sangat fantastis. Setiap tahunnya, kelahiran bayi mencapai angka 4 juta orang, sehingga kebijakan Keluarga Berencana diperlukan membatasi hal tersebut.

“Jika bukan Presiden Soeharto, maka Indonesia saat ini sudah menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dia adalah orang yang berhasil menghambat pertumbuhan jumlah penduduk,"pungkasnya. ( InfoPublik, Esha )