Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-12-2008
  • 453 Kali

Tanamkan Kegiatan Keagamaan Sejak Usia Pra Sekolah

News Room, Selasa ( 09/12 ) Kegitan proses belajar di Taman Kanak-kanak (TK) tidak selamanya harus berkutat dengan permainan dan materi belajar sehari-hari, namun perlu juga dilakukan metode-metode lain, yang dapat memberikan pembelajaran yang bermanfaat bagi jiwa anak-anak yang masih memiliki kebiasaan meniru. Seperti halnya momentum Ibadah Haji saat ini, selain perlu diperkenalkan dalam doa-doa serta macam-macam pelaksanaan yang dilakukan dalam Ibadah Haji tersebut, uga perlu mengetahui praktek langsung pelaksanaan Rukun Islam kelima ini. Seperti halnya yang diakui Kepala TK-PGRI Kalianget Timur, Hj. Suhartatik. Menurutnya, paktek langsung pelaksanaan Ibadah Haji kepada anak didiknya, ternyata bisa menyenangkan mereka. Terbukti, dalam pelaksanaan praktek Ibadah Haji yang biasa dilakukan setiap tahun itu juga memberikan nuansa seni, moral selain materi agama yang dilaksanakan layaknya orang naik haji. Meski diakui ibu berjilbab ini, untuk bisa membimbing anak, melaksanakan praktek haji membutuhkan waktu panjang. Sebab, terkadang ada sejumlah anak yang bandel dan tidak segera menurut ketika dibimbing melakukan kegiatan praktek tersebut, sehingga guru pembimbing harus mengulang berkali-kali bacaan atau gerakan yang ada dalam praktek haji tersebut. Dalam prakteknya, selain dibimbing dengan doa-doa, mereka juga melaksanakan thowaf (mengeliligi Ka’bah) sebanyak tujuh kali sambil mengumandangkan bacaan subhallah walhamdulillah wala ila ha illahu allahu akbar, melakukan sya’ie (lari-lari kecil) setelah sebelumnya memasuki torowongan mina dan melewati (menaiki) bukit sofa dan marwah. Selanjutnya anak-anak berebut kerikil kecil untuk melempar jumrah. Pertama, melempar jumratul ula, kemudian jumratul tsani. Kemudian diakhiri dengan jumratul aqabah. “Kita berharap dengan praktek haji tersebut sudah mewakili beberapa harapan dalam pembelajaran. Dan pengetahuan yang diajarkan tersebut menjadi bekal bagi anak-anak. Sehingga, ketika mereka kelak ditakdirkan bisa melaksanakan ibadah haji tidak kebingungan lagi,” tutur Tatik, begitu sapaan akrab Suhartatik ini. Bahkan, yang terpenting bisa menjadikan motivasi bagi anak-anak, agar mereka rajin belajar dan memiliki kemauan keras untuk terus mencari ilmu dan bekerja dengan baik, agar cita-cita untuk melaksanakan Ibadah Haji kelak benar-benar dapat terkabul. ( Ren, Esha )