News Room, Sabtu ( 04/09 ) Sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan dan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka menghijaukan bumi, Kepala Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-batang, K. Nawari lakukan penanaman Pohon Jati sebanyak 11.000 pohon. Hal tersebut dilakukan atas dorongan hati nuraninya untuk berbuat demi bangsa dan negara, serta demi kemaslahatan ummat manusia. Karena K. Nawari melihat, saat ini banyak penebangan secara liar, sehingga menyebabkan bumi ini marah dan menyebabkan gejala alam, semisal gempa bumi dan lain semacamnya. Jalan satu-satunya ungkap K. Nawari, yakni dengan melakukan penanaman pohon jati dan sejenisnya, sehingga bumi ini terpaku kembali. “Karena kalau bumi ini tidak segera dipaku, maka tsunami kedua akan terjadi di pulau Jawa ini,”ujarnya. Disamping untuk menjaga keutuhan bumi ini, sebenarnya banyak manfaat yang akan didapat dengan adanya penghijauan, semisal penanaman pohon jati, yang akan menjadi investasi dikemudian hari. Meskipun hasilnya tidak langsung bisa dinikmati dalam waktu dekat, namun hasilnya akan tertunda di masa depan untuk anak cucunya. Penanaman pohon jati dengan kisaran waktu antara 5 hingga 15 tahun, dengan modal awal per-bijinya sebesar Rp. 1.500,00, maka bisa menjadi Rp. 5.000.000,00, bahkan perawatannyapun sangat mudah dan hanya dilakukan setahun sekali, dengan biaya yang sangat murah. Saat ini K. Nawari mengaku sudah menanam pohon jati sebanyak 11.000 pohon yang tersebar di 3 Desa, yakni Desa Taman Sare, Desa Candi Kecamatan Dungkek, dan di Desanya sendiri yakni Desa Nyabakan Timur. Selama 5 bulan, tinggi pohon jatinya sudah mencapai 3 hingga 4 cm dengan jarak antar pohon 1,5 meter. Dari 11.000 pohon jati yang ditanamnya, tanah yang disedikan sekitar 2 hektar. Sedangkan keseluruhan biayanya dari pembelian tanah hingga bibit pohon jati menelan biaya sebesar Rp. 126.000.000,00. K. Nawari memperkirakan, dengan dana tersebut dan dengan tenggang waktu antara 5 hingga 15 tahun, akan menghasilkan uang sekitar Rp. 3 hingga 5 milyart. Pihaknya juga berharap masyarakat maupun pengusaha lainnya juga dapat melakukan hal yang sama. Karena disamping menanam inves untuk masa depan, juga berguna bagi kelestarian alam dan sebagainya. ( Ren, Esha )