Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-01-2006
  • 967 Kali

TANAH LONGSOR BANJARNEGARA TIMBUN 102 RUMAH DAN TEWASKAN 90 ORANG

Sumenep-Infokom News Room : Evakuasi korban tanah longsor dan banjir bandang Jember, Jawa Timur belum usai, bencana serupa menyusul di Banjarnegara Jawa Tengah, Rabu (04/01) kemarin. Sedikitnya sebanyak 102 rumah yang dihuni 180 kepala keluarga tertimbun tanah. Korban tewas diperkirakan sekitar 90 orang. Sedangkan yang dievakuasi baru 15 orang. Bencana terjadi akibat lereng Gunung Pinihan runtuh menerjang Dukuh Gunung Raja, Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, pukul 04.40 WIB, nyaris semua rumah di empat RT di RW 3 tertimbun tanah. Hanya 41 rumah di RT 05 yang selamat. Tanah longsor itu menimbuni areal seluas 4 hektar yang terdiri atas pemukiman penduduk, kebun dan hutan. Tinggi timbunan mencapai 3 meter. Bahkan ada yang 6 meter, sehingga rumah itu betul-betul rata dengan tanah. Dan ada yang tak kelihatan sama sekali. Rumah itu tertimbun tanah beserta isi dan penghuninya. Ratusan warga yang selamat mengungsi. Mereka tersebar di 5 Desa sekitar Sijeruk. Ada yang ditampung di SD, Balai Desa dan rumah-rumah penduduk. Sedangkan korban luka dirawat di Puskesmas setempat. Mereka khawatir terjadi longsor susulan, sebab pegunungan diatas pemukiman masih labil. Evakuasi sulit dilakukan, karena lokasinya terpencil dan cuaca agak mendukung. Proses evakuasi berjalan lamban kendati telah menurunkan alat berat untuk mengeruk timbunan tanah, namun baru mendapatkan 15 korban tewas. Tim gabungan dari TNI, Polri, SAR dan masyarakat hanya menggunakan peralatan seadanya, padahal tanah yang menimbun korban diperkirakan mencapai 200 ribu meter kubik. Menurut Kepala Bakorlin III, Tjipto Hartono di lokasi, selain 4 alat berat bantuan Diskimprasda dan CV. Baru Bangkit, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Banjarnegara, Cilacap dan Wonosobo untuk meminta bantuan. Diperkirakan, evakuasi akan memakan waktu 3-4 hari. Beberapa korban meninggal ditemukan tertimbun lumpur dan tertimpa bangunan rumah. Seorang korban yang ditemukan pertama tergencet blandar rumah. Reruntuhan bangunan rumah itu tertimbun tanah. Proses evakuasi dihentikan pukul 16.00 WIB karena turun hujan lebat. Mereka khawatir, tanah diatas permukiman itu longsor lagi, sebab lereng pegunungan masih gembur, karena terus diguyur hujan. ( JP, Esha )