News Room, Senin (27/05) Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rusak setelah tebing longsor di Dusun Sema, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, hingga Senin (27/05) pagi, masih bertahan dimasing-masing lokasi dengan menempati langgar yang terbuat dari bambu. Camat Guluk-guluk, Drs. Achmad Zulkarnaen, MH menjelaskan, para korban longsor memang enggan direlokasi ketempat yang lebih aman. “Kami sudah membujuk para korban untuk pindah ke lokasi yang aman. Tapi, mereka memilih bertahan di lokasi kejadian. Alasannya tidak punya lahan selain tanah yang ditempatinya. Ini butuh sosialisasi secara resmi kepada masing-masing korban. Sebab, pemerintah kabupaten Sumenep bersama kepala desa setempat sepakat akan merelokasi para korban dengan menyediakan lahan secara gratis,”tandasnya. Menurutnya, lokasi rumah milik 5 KK itu, sangat rawan longsor, apalagi kemiringan tebing sudah sekitar 70 derajat. “Kalau hujan deras turun diperkirakan tebing itu akan longsor kembali. Lokasinya rawan longsor. Jadi, sepatutnya lima KK tersebut direlokasi,”terangnya. Untuk mengatasi tebing longsor ini, ada dua solusi yang disiapkan, yakni relokasi para korban dan penghijauan untuk menyanggah tebing agar tidak mudah longsor. “Terkait relokasi, kepala desa setempat sudah menyiapkan lahan secara gratis kepada para korban. Tinggal sosialisasi ke masing-masing korban. Sedangkan penghijauan secepatnya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep,”ujarnya. Sementara, salah satu korban tebing longsor, Supda, mengaku terpaksa bertahan dilokasi rumahnya yang hancur akibat tebing longsor. “Ini merupakan satu-satunya tanah yang kami miliki. Kami tidak punya tanah lagi, kalau disuruh pindah kami harus pindah kemana lagi ?. Tetapi, kalau pemerintah yang mau menyediakan tanah tanpa ganti biaya (gratis), ya akan kami pikirkan,”paparnya. Sebelumnya, tebing di Dusun Sema, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, longsor. Akibatnya, lima rumah yang dihuni sekitar 5 KK rusak berat, dan dua diantaranya rata dengan tanah, yakni milik Supda(65) dan Sernami (75). Kerugian atas kejadian itu ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Menyikapi bencana tebing longsor itu, Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Jumat (24/05) kemarin, mendatangi lokasi kejadian sekaligus memberikan bantuan uang tunai kepada para korban dan sembako. ( Nita, Esha )