Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2009
  • 653 Kali

Tak Bisa Melaut, Nelayan Minta Bantuan Alat Pancing

News Room, Sabtu ( 17/01 ) Hingga saat ini nelayan kepulauan Masalembu tetap tidak bisa melaut, dikarenakan gelombang laut di perairan Masalembu masih tinggi yang mencapai 4 hingga 5 meter. Hal itu sangat membahayakan jiwa para nelayan, kalau dipaksakan beraktifitas untuk mencari ikan. Menurut Muhtar (35), salah seorang nelayan Desa Masalima, Kecamatan/Kepulauan Masalembu, kondisi seperti ini memang sering terjadi tiap tahun. “Jika sudah memasuki bulan Desember hingga Januari, para nelayan selalu dihadapkan pada cuaca buruk di lautan. Akibatnya, kami tidak bisa melauat,”ujarnya, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (17/01). Menghadapi kondisi laut yang belum bersabat, kata Muhtar, para nelayan setempat berharap, ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. “Kami berharap Pemkab bisa memberikan bantuan alat pancing kepada para nelayan,”katanya berharap. Sementara, Kepala Desa Masalima, Agus Dianto mengakui, jika kondisi nelayan di Masalima sangat memprihatinkan. Sebab, mereka sudah tidak bisa beraktifitas selama cuaca masih buruk. “Jadi, bantuan alternatif dari Pemkab berupa jaring maupun alat tangkap ikan yang bisa digunakan di daerah pinggiran laut dibawah 1 mil, sangat diharapkan,”terangnya, ketika dihubungi melalui jaringan selulernya, Sabtu (17/01). Ia menjelaskan, seandainya Pemkab betul-betul bisa memberikan bantuan alternatif, maka para nelayan tetap bisa beraktifitas meski pada musim gelombang laut tinggi, yakni dengan memancing ikan-ikan kecil di pinggir pantai. “Selama ini Pemkab masih fokus pada 2 hal, yakni pemberian bantuan pejala dan lampu petromak bawah air. Sedangkan, kegunaan alat itu hanya bisa digunakan pada lautan dengan kedalaman 10 mil keatas,”katanya menambahkan. Agus menerangkan, kalau musim seperti sekarang ini, alat bantu itu sudah tidak berfungsi lagi. Namun, para nelayan tetap berharap pemberian alat bantu semacam itu bisa ditambah lagi volumenya. Dikarenakan, jumlahnya sangat minim, sehingga masih banyak nelayan yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. “Lebih-lebih untuk saat ini nelayan sangat berharap adanya bantuan alternatif itu,”tegasnya. ( Nita, Esha )