News Room, Rabu ( 04/08 ) Sebanyak 25 orang dengan menumpang 2 mobil pick up mengusir pekerja SPE Petroleum yang tengah melakukan eksplorasi migas. Eksplorasi itu dilakukan pihak SPE di lahan milik seorang warga bernama Hamdan (40) di Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura. Mereka memprotes aktivitas SPE yang dinilainya tidak pernah melakukan sosialisasi pada pemilik lahan. Warga yang kelihatan emosi tersebut datang langsung menuju lokasi pengeboran. Mereka membawa batu gunung yang telah dipersiapkan diatas mobil pick up sebanyak 2 karung. Diduga, batu-batu itu akan digunakan untuk melempari pekerja SPE Petrolium. Bahkan, akses jalan menuju lokasi juga diblokade. Beruntung pihak pekerja SPE Petrolium langsung kabur dan membawa semua perangkat kerjanya. Aksi anarkis pun tak sampai terjadi di lokasi, seperti yang telah terjadi sebelumnya, hingga membakar mesin bor dan perangkat lain untuk eksplorasi. Polisi yang sudah siaga segera membubarkan massa. Pemilik lahan, Hamdan (40) mengatakan, SPE Petrolium tidak pernah melakukan sosialisasi, terutama pada pemilik lahan. "Saya selaku pemilik lahan tidak pernah diberitahu, jika akan melakukan kegiatan eksplorasi migas disini," kata Hamdan, pada wartawan di lokasi, Rabu (04/07). Dia tetap akan mengusir SPE Petrolium, jika tetap beraktivitas. Selain tidak ada sosialisasi, warga juga trauma dengan kejadian lumpur Lapindo. "Warga disini jangan dijadikan korban kedua setelah Lapindo. Hentikan semua aktifitas SPE Petrolium,"pungkasnya. ( Nita, Esha )