Sumenep-Kominfo News Room : Pembangunan sarana dan prasarana Jawa Timur di sektor pendidikan, pada tahun 2008 akan teratasi, karena pada tahun itu Jawa Timur bebas dari gedung sekolah yang rusak. Hal ini dikatakan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Drs. Kuswiyanto, M.Si saat ditemui di kantornya, Selasa kemarin (04/04). “Untuk saat ini, Komisi E sudah dalam pembahasan validasi data mengenai sekolah-sekolah yang rusak, dan direncanakan pada akhir bulan ini selesai. Jika selesai, maka 2008 nanti Jawa Timur akan bebas sekolah rusak,� katanya. Menurutnya, penanganan sekolah rusak harus diprioritaskan, karena pendidikan bisa berkualitas dan mencetak kader bangsa yang baik apabila sarana dan prasarananya menunjang. �Di Surabaya sendiri sebagai ibu kota Jawa Timur, ada 550 sekolah rusak, oleh karena itu saya prihatin melihat keadaan pendidikan di Jawa Timur,� keluhnya. Anggaran perbaikan sekolah di seluruh wilayah Jawa Timur berasal dari tiga sumber yaitu, pemerintah pusat 50 prosen, pemprop 30 prosen, kemudian pemerintah Kabupaten/Kota sebesar 20 prosen. Dikatakan Kuswiyanto, anggaran tersebut akan langsung di berikan melalui rekening masing-masing sekolah, dan proses perbaikan tanpa melalui rekanan/tender oleh pihak kedua. �Untuk proses perbaikannya, dilakukan melalui proyek padat karya atau kerja bakti, jadi masyarakat di sekitar gedung sekolah dapat bekerja untuk membangun, hal ini bisa mengentas pengangguran sementara di masing-masing daerah�, ujarnya. Kuswiyanto berharap, tidak ada oknum yang menyalahgunakan dana perbaikan gedung ini. Untuk itu pihaknya akan terus mengawasi jalannya anggaran sampai level perbaikan sekolah hingga selesai. ( Info Jatim, Esha )