Sumenep-Kominfo News Room : Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Ir. Abdul Mutallib Faradj mengatakan, pihaknya hingga kini belum mengetahui secara pasti luas kerusakan lahan mangrouv wilayah daratan dan kepulauan, namun berdasarkan data tahun 2005, luas lahan hutan mangrouv wilayah daratan yang meliputi Kecamatan Pragaan, Sarongi dan Kecamatan Kalianget mencapai 300 hektar. Untuk itu pada tahun 2008 mendatang pihaknya akan memprogramkan inventalisir lahan hutan mangrouv dan lahan yang kondisinya sangat kritis. Abdul Mutallib menuturkan, meskipun pihaknya belum mengantongi data lahan kritis, namun lembaganya bersama instansi terkiat melakukan upaya pencegahan kerusahan lahan mangrouv, baik akibat alam maupun ulah manusia. Pada tahun 2007 ini Badan Lingkungan Hidup akan melakukan penanaman 80.000 pohon mangrouv pada lahan seluas 18 hektar di kepuluan Masalembu. Abdul Mutallib menambahkan, kerusakan lahan mangrouv seperti yang terjadi di salah satu Desa di Kecamatan Saronggi telah berdampak terhadap lingkungan yang menimbulkan bencana banjir. Karenanya pemerintah daerah telah menginstruksikan kepada pihak Kecamatan untuk melarang masyarakat melakukan penebangan pohon mangrouv. ( Yasik, Esha )