Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-07-2006
  • 504 Kali

SUMENEP TERANCAM KEKERINGAN

Sumenep-Kominfo News Room : Puluhan Desa yang tersebar di Kecamatan Pasongsongan, Dasuk, Lenteng, Bluto, Saronggi, Gapura, Kecamatan Batuputih, serta Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terancam kekeringan pada musim kemarau 2006 ini. Berdasarkan pantauan, Sabtu (15/07), sejumlah Kecamatan tersebut yang menjadi langganan kekeringan setiap tahun, sudah dua pekan terakhir, warga setempat mengaku mulai kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. "Sejumlah sumber air yang biasa diambil airnya mulai berkurang. Sehingga, warga sekitar mulai menghemat penggunaan air bersih," ungkap Asnawi (31) warga Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep. Dijelaskan, bagi petani tembakau, sudah tidak lagi menyiram tembakaunya, karena sungai dan sejumlah sumber air sudah tidak mampu mengairi lahan tembakau. Tembakau yang baru berumur antara 1,5 sampai 2 bulan itu, saat ini sudah banyak yang tidak disiram oleh pemiliknya. Sehingga perkembangannya tidak normal. Meski diakui Asnawi, tembakau yang kekurangan air itu masih bisa dipanen, tapi kualitasnya diyakini tidak sesuai dengan harapan. Untuk Kecamatan Batuputih, diperkirakan 50 hektar tanaman tembakau sudah kekurangan air. Karena masyarakat petani, masih mementingkan kebutuhan air bersih untuk digunakan kebutuhan rumah tangganya. "Kalau tiga pekan kedepan tidak ada bantuan air bersih, masyarakat pasti kekurangan air bersih," ucap Asnawi. Hal yang sama juga diungkapkan, Tanzil (28), asal Kecamatan Gapura, yang menyatakan bahwa persediaan air bersih sudah mulai berkurang, dan masyarakat sudah mulai menghemat penggunaan air bersih. Sumur di Dusun Bungduwak, Desa Gapura, sudah tidak lagi mengeluarkan air seperti biasa. Masyarakat awalnya bisa mengambil air 4-5 kali dalam sehari dengan mamakai jerigen, tapi saat ini hanya bisa mengambil air 1-2 jerigen dalam sehari. Karena itu, masyarakat harus antre untuk mendapatkan air bersih. Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Sumenep, Drs. H. Didik Untung Samsidi, MM mengaku, sudah sejak awal melakukan antisipasi pengiriman air bersih kepada desa-desa yang kekuarangan air. "Saya sudah melakukan langkah-langkah sejak awal, agar masyarakat yang membutuhkan air bersih itu bisa teratasi. Bahkan, sudah satu minggu ini kita mendistribusikan air bersih kepada warga," ujarnya. ( KCM, Esha )